Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TUJUH pengusaha yang tergabung dalam travel perjalanan umrah berkomitmen untuk memberangkatkan jemaah korban penipuan First Travel. Rencananya, Gerakan Kemanusiaan bertajuk #SaveTheirUmra ini akan memberangkatkan 1.000 calon jemaah ke Tanah Suci, Arab Saudi.
Inisiator Gerakan Kemanusiaan memberangkatkan umrah korban penipuan travel ini di antaranya Fuad Hasan Masyhur (Ketua Pembina), Asrul Azis Taba (anggota), Baluki Ahmad (anggota), Magnatis Chaidir (anggota), Ali M Amin (Ketua Gerakan #SaveTheirUmra), Artha Hanif (anggota), dan Muharom Ahmad (anggota).
Fuad mengutarakan, pihaknya masih menunggu respons dari masyarakat yang menjadi korban penipuan First Travel untuk didata.
"Sejak 5 Desember 2019 lalu, kita sudah umumkan. Bagi masyarakat yang mempunyai keluarga, kerabat, atau teman yang kenal dengan korban penipuan First Travel dapat menginformasikan kepada kami dengan membawa data atau dokumen terkait untuk divalidasi," kata Fuad melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (27/12).
Seperti diberitakan, korban penipuan First Travel mencapai 62 ribu orang yang gagal umrah.
Baca juga: Pengelola Ancol Antisipasi Kemacetan pada Malam Tahun Baru
Fuad mengemukakan, dalam 30 hari ke depan, #SaveTheirUmra berencana memberangkatkan 100 jemaah yang memenuhi syarat verifikasi.
"Prioritasnya yang diberangkatkan adalah mereka yang tidak mampu secara ekonomi dan udzur (berusia lanjut)," ujarnya.
Gerakan ini berkoordinasi dengan stakeholder dan lembaga pemerintahan terkait seperti Kementerian Agama, penegak hukum, kepolisian, dan kejaksaan.
#SaveTheirUmra juga akan berkoordinasi dengan koordinator korban umrah First Travel untuk verifikasi data dan membuat daftar prioritas layak umrah yang perlu dibantu.
Ketua Gerakan #SaveTheirUmra Ali M Amin menambahkan gagasan gerakan ini bersifat nirlaba, profesional, transparan, dan akuntabel. Selain itu, gerakan ini juga terbuka untuk menerima sukarelawan untuk membantu operasional gerakan dan donatur atau infaq sedekah umrah dari masyarakat yang mampu, perusahaan dan lembaga yang peduli.
Bagi korban First Travel yang ingin melapor, bisa langsung datang ke Sekretariat Gerakan Kemanusiaan #SaveTheirUmra di Jalan Cipinang Cempedak I Nomor 45, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, dengan membawa dokumen yang dimiliki. (RO/OL-1)
Mediasi antara PT Khazanah Tamma Internasional dan jemaah umrah Syawal digelar pada Selasa (14/4) di bawah fasilitasi Kementerian Haji dan Umrah.
KANTOR Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, melaporkan adanya penundaan keberangkatan ibadah umrah oleh masyarakat Pulau Bangka.
Masa berlaku visa Umrah hanya sampai 30 Syawal jadi bertepatan kurang lebih dengan 17 April 2026.
Sebanyak 12 personel gabungan dari Polri dan TNI serta 4 unit kerja menerima penghargaan
Penghargaan diwujudkan melalui program pemberangkatan ibadah umrah ke Tanah Suci secara bertahap.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur dan regulasi yang berlaku bagi seluruh PPIU.
Jaksa Agung pun meminta para korban kasus penipuan First Travel untuk bersabar. Sebab, proses pengembalian dana membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Kuasa Hukum Korban Jemaah Umrah First Travel Mustolih Siradj sangat mengapresiasi putusan Peninjauan Kembali (PK) yang diterbitkan para Hakim Agung di Mahkamah Agung.
Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan siap membantu korban penipuan First Travel dengan memberangkatkan umrah secara bertahap.
"Karena bersifat multitafsir saya ingin penegasan kepada MK kepada siapakah yang berhak untuk aset perampasan tersebut," kata Pitra
Pasal yang digugat tersebut yakni Pasal 39 KUHP tentang perampasan aset dan Pasal 46 KUHAP tentang pengembalian penyitaan aset.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved