Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGOPERASIAN kapal pembersih sungai ‘See Hamster’ di Kali Bekasi belum dimulai. Padahal, kapal tersebut sudah mendarat di sekitar Bendung Prisdo sejak 13 November.
“Kita masih nunggu baterai penggeraknya dulu, sebentar lagi datang. Hari ini baru penandatanganan kerja sama,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yayan Yuliana, Senin (16/12).
Yayan menyampaikan tiga unit kapal pembersih sungai rencananya akan dioperasikan di tiga lokasi di antaranya Hutan Bambu Bendung Prisdo, Perumahan Delta Pekayon dan Situ Gede, Rawa Lumbu. Namun, untuk pengoperasian perdana akan difokuskan di Bendung Prisdo.
“Karena baru ada satu unit, dan alasan dioperasikan di Bendung Prisdo atau Hutan Bambu Bekasi karena di sana kan ujungnya Kali Bekasi,” kata Yayan.
Yayan menjelaskan, sistem kerja kapal pembersih sungai tersebut adalah menjaring sampah-sampah yang ada di sungai. Kapasitas sampah yang mampu dijaring sebanyak 200 hingga 300 kilogram.
Baca juga: 775 Ton Sampah Bekasi Berpotensi Terbuang ke Laut
Nantinya, kapal tersebut akan menjaring sampah dari sungai dan membawa ke tepi. Pasukan katak yang akan menyelesaikan tahap akhir juga menjaring residu sampah sungai.
“Ini juga bisa menghemat tenaga karena kapal juga bisa menggiring sampah ke tepi sungai, nanti tim katang yang akan angkut keluar,” jelas dia.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 1.973 ton sampah diproduksi warga Kota Bekasi setiap hari. Namun, dari jumlah tersebut sebanyak 775 ton berpotensi terbuang ke laut.
Hal tersebut merupakan data hasil studi organisasi One Earth One Ocean (OEOO) waste4change dan Greencyrcle-Schwarz. Bahkan hasil studi didapati jumlah potensi sampah terbuang dari Bekasi ke laut lebih banyak dibandingkan dengan sampai dari Jakarta yang berkisar hanya sebanyak 356 ton per hari.
Untuk itu, Pemerintah Kota Bekasi belum lama mendapat tiga unit kapal pembersih sungai. Hal ini akan digunakan untuk membersihkan sampah-sampah di kali yang selama ini masih menggunakan metode manual.(OL-5)
Tanah yang merupakan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II itu dibersihkan dari bangunan permanen dan semipermanen guna mengakselerasi proyek pembangunan infrastruktur jalan dan drainase
Transformasi Bekasi dari rawa menjadi kawasan modern. Cerita warga, sejarawan, dan pengamat kota menggambarkan perubahan wajah Bekasi yang terus berkembang.
Kegiatan ini diintegrasikan dengan program lokal bertajuk Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari).
Kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning Bekasi, Rabu (1/4) malam. Sebanyak 12 orang luka-luka, belasan kendaraan hangus, dan puluhan bangunan terdampak ledakan gas.
Ledakan keras mengguncang Cimuning, Bekasi. Diduga berasal dari SPBE, api masih berkobar dan terdengar ledakan susulan. Warga panik, ambulans berdatangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved