Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Transportasi Kota Bekasi (DTKB) memprediksi penerapan tilang elektronik di wilayah setempat baru bisa efektif dalam waktu lima tahun. Sebab implementasi sistem tilang tersebut butuh pematangan sistem.
“Sistemnya mungkin baru bisa stabil baru bisa efektif dalam waktu lima tahun, bisa juga kurang dari itu tergantung keadaan,” ungkap Ketua DTKB, Harun Al Rasyid, Selasa (30/7).
Baca juga: Tim Siber Polri Buru Penjual NIK dan KK di Medsos
Harun menjelaskan, secara infrastruktur pemerintah butuh banyak kamera Circuit Close Television (CCTV) di sejumlah persimpangan. Apalagi, dari 139 persimpangan, masih banyak persimpangan yang belum memiliki infrastruktur tersebut.
Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, dari 139 persimpangan, baru 39 titik yang terpasang CCTV. Jenis CCTV yang terpasang ada dua jenis. Pertama, jenis PTZ yang dilengkapi fitur pan (kiri/kanan), tilt (atas/bawah) dan zoom (pengatur jarang pandang). Kedua, kamera jenis FIX yang hanya menangkap gambar satu arah atau tanpa bisa melihat ke arah kanan dan kiri.
“Kamera CCTV harus punya banyak, pixelnya pun harus kuat, pengiriman database dari CCTV ke pusat komando pun harus cepat,” jelas Harun.
Tidak hanya itu, kata Harun, dukungan kebijakan pemerintah pun harus berkelanjutan. Sehingga, sistem yang sudah dibangun sedemikian rupa tidak berubah saat ganti kepemimpinan.
Selain itu, lanjut dia, law enforcement dalam sistem tilang elektronik pun harus menimbulkan efek jera. Sehingga pengendara pun tidak menyepelekan.
“Misalnya dalam adopsi sistem ganji-genap, kalau pemilik kendaraan ganjil ganti kendaraan genap saat tanggal genap itu ya jangan ditilang itu sudah masuk unsur pidana, karena penipuan,” jelas dia.
Meski demikian, Harun mengaku, pihaknya memang belum memiliki kajian terkait penerapan tilang elektronik di wilayah Kota Bekasi. Namun, pihaknya merasa ada tiga ruas jalan yang benar-benar perlu diterapkan sistem tersebut, yakni Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Cut Meutia, Rawa Lumbu dan Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur.
Baca juga: PN Jaksel Tolak Praperadilan Pengamen Cipulir
“Dalam waktu dekat kami akan duduk bersama Dishub dan Kepolisian untuk membahas hal ini,” imbuh dia.
Seperti yang diketahui, Dinas Perhubungan Kota Bekasi berencana menerapkan tilang elektronik di beberapa ruas jalan protokol di Kota Bekasi. Saat ini, pihaknya tengah mengusulkan pada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk membantu menunjang ketersediaan infrastruktur. (OL-6)
Tanah yang merupakan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II itu dibersihkan dari bangunan permanen dan semipermanen guna mengakselerasi proyek pembangunan infrastruktur jalan dan drainase
Transformasi Bekasi dari rawa menjadi kawasan modern. Cerita warga, sejarawan, dan pengamat kota menggambarkan perubahan wajah Bekasi yang terus berkembang.
Kegiatan ini diintegrasikan dengan program lokal bertajuk Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari).
Kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning Bekasi, Rabu (1/4) malam. Sebanyak 12 orang luka-luka, belasan kendaraan hangus, dan puluhan bangunan terdampak ledakan gas.
Ledakan keras mengguncang Cimuning, Bekasi. Diduga berasal dari SPBE, api masih berkobar dan terdengar ledakan susulan. Warga panik, ambulans berdatangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved