Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERBATASNYA alat deteksi udara yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebabkan informasi udara tidak merata di penjuru DKI. Untuk diketahui, Jakarta membutuhkan 25 alat deteksi udara.
Idealnya setiap kota memiliki sensor alat deteksi udara sesuai riset di antaranya seperti mengikuti jumlah penduduk atau tergantung dengan luas wilayah.
"Kalo idealnya berapa kan harus sesuai riset. Ada riset yang dilakukan baik dari luar maupun Pemprov DKI. Ada beberapa pendekatan, misalnya setiap 1 juta penduduk 1 alat. Kita kan ada sekitar 13 juta penduduk jadi 13 alat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Andono Warih saat dihubungi, Jumat (5/7).
"Sementara, pendekatan kedua itu mengatakan tergantung wilayahnya. Misalnya berapa km persegi, maka Jakarta perlu 25 alat, karena ada 650 km persegi, 25 itu jumlah dari hasil riset," imbuhnya.
Baca juga: Pemprov DKI Siapkan Alat Ukur Kualitas Udara Di Penjuru Jakarta
Diketahui, setiap alat sensor deteksi udara memakan dana hingga Rp5 miliar. Saat ini, DKI baru memiliki delapan alat deteksi kualitas udara yang dibagi menjadi lima fixed station dan tiga mobile stations.
Andono mengatakan sebanyak lima alat berada di wilayah Kota, HI, Jagakarsa, Lubang Buaya dan Kebon Jeruk.
"Sementara, tiga itu kan mobile jadi kemana-mana. Pernah juga di car free day, di Sudirman, pindah-pindah," tuturnya.
Keterbatasan alat membuat tidak semua wilayah DKI dapat diketahui kualitas udaranya.
"Iya tidak semua wilayah diketahui. Tapi kan kami representasinya itu per-alat, per-wilayah, kalau mengcover semua belum tipologi wilayah terwakili. Tetapi perwakilan kota ada," ungkapnya.
Saat ini, polusi udara di Jakarta masuk kategori sangat mengkhawatirkan. Indeks kualitas udara di Jakarta tercatat 164, masuk kategori tidak sehat (151-200).(OL-5)
Ilmuwan Penn State berhasil membuktikan teori seabad lalu, puncak pohon mengeluarkan cahaya redup saat badai yang mampu membersihkan polusi udara.
Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan menggelar uji emisi kendaraan di kawasan Terminal Blok M, Jakarta.
MEMASUKI periode musim kemarau 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta penurunan kualitas udara kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia. BMKG inagatkan polusi
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved