Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) berbasis zonasi tingkat SMP di Kota Bekasi banyak dikeluhkan warga setempat. Keluhan banyak datang dari warga Bekasi yang berdomisili jauh dari fasilitas pendidikan.
Salah seorang warga Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, mengeluhkan sistem melalui jalur zonasi. Ia pesimis anak bungsunya bisa diterima di SMP Negeri 9 Kota Bekasi.
“Jarak sekolah dengan rumah sekitar 1 kilometer. Itu yang terdekat, sementara pendaftar yang rumahnya lebih dekat itu banyak sekali. Lebih baik seperti dulu, penerimaan berdasarkan nilai, jadi ada acuan sekolah yang dituju disesuaikan dengan capaian nilai ujian anak,” ungkap Wasli saat dihubungi, Rabu (19/6).
Baca juga: PPDB Minim Sosialisasi dan tidak Transparan
Terlepas dari persoalan tersebut, ia tetap berharap anak-anaknya bisa menempuh pendidikan di sekolah negeri. Namun, Wasli mendesak pemerintah segera memperbaiki sistem PPDB.
“Kalau mau tambahkan kuota di jalur prestasi, atau perbanyak sekolah negeri yang ada agar warga tidak terfasilitasi,” kata dia.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan tahun ini pihaknya merealisasikan kehadiran enam unit SMP Negeri baru. Ia menambahkan, meski telah menambah enam Unit Sekolah Baru (USB), daya serap SMP negeri di Kota Bekasi masih terbilang minim.
“Sekarang kan baru bisa menampung sekitar 31% lulusan SD dari 56 SMP Negeri yang sudah ada,” imbuhnya.
Di sisi lain, Inay mengakui daya serap lulusan SD masih sangat rendah. Berdasarkan data, jumlah lulusan SD di Kota Bekasi pada 2019 berkisar 43.000 siswa, sementara daya tampung yang tersedia hanya sekitar 14.000 siswa. (OL-8)
Tanah yang merupakan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II itu dibersihkan dari bangunan permanen dan semipermanen guna mengakselerasi proyek pembangunan infrastruktur jalan dan drainase
Transformasi Bekasi dari rawa menjadi kawasan modern. Cerita warga, sejarawan, dan pengamat kota menggambarkan perubahan wajah Bekasi yang terus berkembang.
Kegiatan ini diintegrasikan dengan program lokal bertajuk Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari).
Kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning Bekasi, Rabu (1/4) malam. Sebanyak 12 orang luka-luka, belasan kendaraan hangus, dan puluhan bangunan terdampak ledakan gas.
Ledakan keras mengguncang Cimuning, Bekasi. Diduga berasal dari SPBE, api masih berkobar dan terdengar ledakan susulan. Warga panik, ambulans berdatangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved