Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 610 kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di wilayah Kota Bekasi sejak awal 2019. Jumlahnya kian meningkat, diduga akibat cuaca kemarau panjang dan juga kebiasaan buruk warga setempat.
“Saat ini memang belum ada kejadian luar biasa yang dilaporkan,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, Senin (17/6).
Baca juga: Bau dari Waduk Pluit Ganggu Warga
Dezi menyampaikan, jumlah kejadian penyakit DBD sejak Januari 2019 tercatat sebanyak 75 kasus. Tercatat pada Februari hingga akhir Maret sebanyak 253 kasus, sedangkan April turun menjadi 152 kasus, dan Mei sebanyak 130 kasus.
Menurut Dezi, pihaknya sudah meminta kepada pihak rumah sakit swasta melaporkan secara aktif. Agar laporan kasus baik pasien yang baru terindikasi DBD atau yang sudah positif bisa terpantau.
“Kami juga berusaha komunikasi ke semua rumah sakit swasta agar kasus DBD ini bisa terlaporkan 1X24 jam. Sehingga kita bisa melakukan pencegahan, pemetaan wilayah agar bisa melakukan penanganan di lapangan atau pemukiman warga itu,” jelas dia.
Agar jumlah kasus berkurang, Dezi berharap, warga bisa menjaga lingkungan rumah masing-masing. Termasuk koordinasi ke tiap wilayah Kelurahan dan Kecamatan agar melakukan kegiatan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Kami minta masyarakat agar waspada di rumah masing-masing dan menggalakkan gerakan PSN. Kita sudah berikan surat edaran Kelurahan dan Kecamatan agar rutin melakukan kerja bakti bersihkan lingkungan. Termasuk para kader jumantik ini,” jelas dia.
Berdasarkan data yang diperoleh, kasus penyakit DBD di Kota Bekasi jumlahnya fluktuatif. Tahun 2017, penderita DBD mencapai 699 kasus dan tahun 2018 mencapai 629 kasus.
Sementara itu, Sekretaris RW 13 di Perumahan Pondok Mitra Lestari, Jatiasih Kota Bekasi, Andi Firdaus, menambahkan penyebaran nyamuk Aedes Aegypti di wilayahnya sangat besar. Hal ini terbukti dengan adanya 16 orang warga yang terjangkit penyakit mematikan itu dalam kurun waktu satu bulan. “Sudah banyak warga kami yang terinfeksi virus tersebut,” katanya.
Baca juga: Koboi Bermobil BMW Terancam 12 Tahun Penjara
Andi meminta, pemerintah daerah untuk melakukan pengasapan (fogging) secepatnya. Pengasapan itu dilakukan untuk melakukan pemberantasan hingga ke nyamuk.
“Kami sudah minta fogging agar ke depan sudah tidak ada lagi korban DBD,” tandasnya. (OL-6)
Tanah yang merupakan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II itu dibersihkan dari bangunan permanen dan semipermanen guna mengakselerasi proyek pembangunan infrastruktur jalan dan drainase
Transformasi Bekasi dari rawa menjadi kawasan modern. Cerita warga, sejarawan, dan pengamat kota menggambarkan perubahan wajah Bekasi yang terus berkembang.
Kegiatan ini diintegrasikan dengan program lokal bertajuk Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari).
Kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning Bekasi, Rabu (1/4) malam. Sebanyak 12 orang luka-luka, belasan kendaraan hangus, dan puluhan bangunan terdampak ledakan gas.
Ledakan keras mengguncang Cimuning, Bekasi. Diduga berasal dari SPBE, api masih berkobar dan terdengar ledakan susulan. Warga panik, ambulans berdatangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved