Semangat Kartini di Tengah Tantangan Ekonomi, Perempuan Jadi Pilar Ketahanan Keluarga

Ervan Masbanjar
14/4/2026 21:12
Semangat Kartini di Tengah Tantangan Ekonomi, Perempuan Jadi Pilar Ketahanan Keluarga
Dr. Indrayani, M.Pd(Dok Istimewa)

PERINGATAN Hari Kartini setiap 21 April dan sebentarkan digelar seluruh Indonesia, bukanlah sekadar mengenang perjuangan emansipasi perempuan yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi perempuan Indonesia dalam menghadapi dinamika zaman, khususnya di tengah kondisi perekonomian yang penuh tantangan.

Sekretaris PKK Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Dr. Indrayani, M.Pd, Senin (13/4) menegaskan, semangat Kartini perlu dimaknai secara lebih luas, tidak hanya dalam konteks pendidikan dan kesetaraan gender, tetapi juga dalam peran strategis perempuan sebagai pengelola utama keuangan keluarga.

Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif, meningkatnya harga kebutuhan pokok, serta ketidakpastian global, perempuan—baik sebagai ibu rumah tangga maupun perempuan pekerja—memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

“Di sinilah nilai-nilai Kartini menemukan relevansinya. Perempuan dituntut mampu beradaptasi dan mengambil peran lebih dalam menjaga kesejahteraan keluarga,” ujar Indrayani, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Balikpapan, Ketua PIRA, Koordinator Presidium KAHMI PPU, serta Sekretaris Jenderal Bepro Kalimantan Timur.

Ia menjelaskan, literasi keuangan kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Perempuan tidak hanya dituntut cerdas secara emosional dan sosial, tetapi juga rasional dalam mengambil keputusan ekonomi.

Kemampuan mengelola pendapatan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyusun skala prioritas menjadi pondasi penting dalam membangun ketahanan keluarga.

“Perempuan masa kini adalah Kartini modern. Mereka tidak hanya berjuang di ranah domestik, tetapi juga turut menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga. Sikap bijak dalam mengelola keuangan merupakan wujud nyata kemandirian dan kecerdasan perempuan Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Indrayani menekankan bahwa tantangan ekonomi nasional—mulai dari melemahnya daya beli masyarakat, tekanan inflasi, hingga dinamika ekonomi global—perlu disikapi dengan memperkuat ketahanan ekonomi dari tingkat paling dasar, yakni keluarga.

“Ketahanan ekonomi bangsa berawal dari keluarga. Jika setiap keluarga mampu mengelola keuangannya dengan baik, maka secara agregat akan berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional. Di sinilah perempuan menjadi pilar utama,” tegasnya.

Selain itu, momentum Hari Kartini diharapkan dapat mendorong perempuan Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam pengelolaan keuangan, pengembangan kewirausahaan, maupun kemampuan beradaptasi dengan transformasi ekonomi digital yang terus berkembang.

Ia menambahkan, di era digital saat ini, perempuan memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam ekonomi keluarga melalui berbagai sektor, seperti usaha mikro, bisnis daring, hingga pengelolaan investasi sederhana. Hal ini tentu perlu didukung dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

“Semangat Kartini adalah semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan berdaya. Hari ini, bentuk perjuangan itu hadir dalam kemampuan perempuan menjadi manajer keuangan keluarga yang andal, sekaligus agen perubahan dalam membangun kesejahteraan,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga pengingat bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan pada akhirnya memperkuat fondasi ekonomi bangsa.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya