Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYUSUI adalah pengalaman yang mendalam antara ibu dan bayinya. Sayangnya tidak semua ibu dapat memberikan air susu ibu (ASI) dengan lancar.
Bila ASI berkurang, hal ini dapat mempengaruhi berat badan bayi dan menyebabkan stres pada ibu. Diana West, seorang IBCLC (International Board-Certified Lactation Consultant), menjelaskan perubahan teknik menyusui dapat secara signifikan meningkatkan produksi ASI.
Pada beberapa ibu, payudara mungkin tidak berkembang secara normal, terutama pada kehamilan pertama. Hal ini bisa mengakibatkan produksi ASI yang berkurang. Untuk mengatasi masalah ini, ibu bisa memompa ASI dan mengonsumsi suplemen sesuai saran dokter. Teruslah menyusui, karena isapan bayi dapat merangsang pertumbuhan kelenjar payudara dan meningkatkan produksi ASI seiring waktu.
Baca juga : 10 Makanan ASI Booster yang Ampuh untuk Melancarkan dan Meningkatkan Kualitas ASI
Beberapa kondisi kesehatan seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan tiroid, diabetes, atau hipertensi dapat mempengaruhi produksi ASI. Produksi susu bergantung pada sinyal hormon ke payudara. Mengatasi masalah kesehatan yang mendasarinya bisa membantu meningkatkan produksi ASI.
Operasi payudara, baik untuk alasan medis atau estetika, dapat mempengaruhi produksi ASI. Prosedur seperti tindik puting juga bisa merusak saluran susu. Pengaruh operasi pada produksi ASI tergantung pada jenis dan durasi prosedur serta adanya komplikasi seperti jaringan parut.
Beberapa ibu menemukan pil KB tidak mempengaruhi produksi ASI, namun ada juga yang mengalami penurunan produksi ASI, terutama jika mulai menggunakan kontrasepsi sebelum bayi berusia empat bulan. Diskusikan dengan dokter tentang metode kontrasepsi yang tidak mempengaruhi produksi ASI.
Baca juga : Hukum Suami Minum ASI Istri dalam Islam
Metode yang membuat bayi tidur lebih lama di malam hari bisa mengurangi frekuensi menyusui. Ini dapat menurunkan produksi ASI karena hormon prolaktin, yang meningkat selama menyusui malam hari, berkurang. Usahakan tetap menyusui di malam hari untuk menjaga produksi susu tetap tinggi.
Perhatikan beberapa tanda berikut yang menunjukkan produksi ASI berkurang:
Jika ibu merasa produksi ASI menurun, berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ibu dapat meningkatkan produksi ASI dan memastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup untuk pertumbuhan yang sehat. (Z-3(
Studi terbaru menunjukkan menyusui minimal 3 bulan dapat menurunkan risiko obesitas pada ibu setelah menopause serta meningkatkan kesehatan jangka panjang.
Dukungan ayah dapat merangsang hormon oksitosin yang berperan dalam kelancaran produksi ASI.
Kemudian manfaat pada ibu, menyusui lebih dari 12 bulan akan menurunkan risiko kanker payudara hingga 26%.
IDAI menyebut kegagalan program ASI eksklusif terjadi pada tiga hari pertama kehidupan bayi ketika orangtua diprovokasi segera memberikan susu formula pada bayi yang terus menangis.
Mayoritas orang tua hanya fokus pada kandungan protein atau karbohidrat saat membuat MPASI, padahal lemak juga memiliki peran krusial dalam mendukung perkembangan buah hati.
Menyusui bukan sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga memberikan perlindungan kesehatan jangka panjang.
Penelitian terbaru mengungkap pemberian ASI eksklusif selama minimal 3 bulan dapat memicu perubahan epigenetik pada bayi yang bertahan hingga usia sekolah.
ASI atau Air Susu Ibu menjadi asupan terbaik bayi sejak lahir hingga usia dua tahun.
Metode akupresur terbukti efektif meningkatkan produksi ASI.
Studi terbaru mengungkap kandungan ASI berbeda sepanjang hari, dengan melatonin meningkat di malam hari dan kortisol di pagi hari.
Keistimewaan ASI tidak hanya terletak pada nutrisi yang dapat melindungi bayi dari infeksi, tetapi juga pada interaksi yang berlangsung setiap kali menyusui.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved