Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS menyusui selama ini lebih banyak dikaitkan dengan manfaat bagi bayi. Studi jangka panjang terbaru menunjukkan menyusui juga memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan ibu, terutama dalam menurunkan risiko obesitas di usia lanjut.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Women’s Health menemukan ibu yang menyusui setidaknya selama tiga bulan memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami obesitas setelah memasuki masa menopause. Studi ini menganalisis data ribuan perempuan dalam periode panjang untuk melihat hubungan antara durasi menyusui dan kondisi kesehatan jangka panjang.
Secara biologis, menyusui membutuhkan energi tambahan yang cukup besar. Produksi ASI dapat membakar sekitar 400 hingga 500 kalori per hari, yang membantu proses pemulihan berat badan setelah melahirkan. Selain itu, proses ini juga memengaruhi keseimbangan hormon yang berperan dalam metabolisme lemak tubuh.
World Health Organization merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Selain mendukung tumbuh kembang dan sistem imun anak, praktik ini juga memberikan manfaat kesehatan yang berkelanjutan bagi ibu.
Dalam penelitian tersebut, ibu yang tidak menyusui atau hanya melakukannya dalam waktu singkat cenderung memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi di usia lanjut. Hal ini menunjukkan menyusui berperan dalam membantu tubuh mengatur kembali metabolisme setelah kehamilan.
Selain itu, manfaat menyusui tidak terbatas pada pengendalian berat badan. Centers for Disease Control and Prevention mencatat bahwa ibu yang menyusui memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan gangguan kardiovaskular. Faktor ini berkaitan dengan perbaikan profil metabolik yang terjadi selama dan setelah masa menyusui.
Meski demikian, para ahli menekankan menyusui bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, serta gaya hidup sehat tetap menjadi bagian penting dalam menjaga berat badan ideal dan mencegah penyakit.
Temuan ini menyoroti pentingnya dukungan terhadap ibu menyusui, baik dari keluarga maupun lingkungan kerja. Ketersediaan fasilitas seperti ruang laktasi dan kebijakan cuti melahirkan yang memadai dapat membantu meningkatkan durasi menyusui.
Dengan semakin banyak bukti ilmiah, menyusui kini dipahami sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Tidak hanya bagi bayi, tetapi juga bagi ibu dalam menjaga kualitas hidup hingga usia lanjut. (Journal of Women’s Health/World Health Organization (WHO)/Centers for Disease Control and Prevention (CDC)/National Institutes of Health (NIH)/Z-2)
Dukungan ayah dapat merangsang hormon oksitosin yang berperan dalam kelancaran produksi ASI.
Kemudian manfaat pada ibu, menyusui lebih dari 12 bulan akan menurunkan risiko kanker payudara hingga 26%.
IDAI menyebut kegagalan program ASI eksklusif terjadi pada tiga hari pertama kehidupan bayi ketika orangtua diprovokasi segera memberikan susu formula pada bayi yang terus menangis.
Mayoritas orang tua hanya fokus pada kandungan protein atau karbohidrat saat membuat MPASI, padahal lemak juga memiliki peran krusial dalam mendukung perkembangan buah hati.
Menyusui bukan sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga memberikan perlindungan kesehatan jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved