Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN hormon yang terjadi pada masa kehamilan sangat berpengaruh pada tubuh, salah satunya membuat kelenjar minyak memproduksi lebih banyak sebum. Sehingga ibu hamil (bumi) rentan mendapati jerawat di tubuhnya, bahkan ada yang parah.
Perubahan hormon membuat kondisi kulit, rambut, dan kuku berbeda dari sebelum mengandung. Pendiri Skin Dewi, Dewi Kauw, membagikan beberapa kiat memilih dan memakai produk skincare yang aman untuk bumil :
Dewi mengatakan langkah pertama yang dilakukan ialah mengetahui kebutuhan kulit pada saat hamil.
Baca juga : Ini Tips Perawatan Terbaik untuk Mengatasi Jerawat yang Parah dan Membandel
“Pertama, mengetahui dulu kebutuhan kulit saat hamil karena saat hamil tuh kulit kita bisa beda banget. Ada orang yang biasa kulitnya kering tapi pas hamil minyakan atau kebalikan. Jadi, perhatikan dulu nih kebutuhan kulitnya karena ada kemungkinan besar kulit berubah,” kata Dewi ke Media Indonesia, Rabu (3/7).
Selain perubahan kebutuhan kulit, saat masa kehamilan ada beberapa hal yang juga berubah seperti tidak menyukai aroma tertentu, yang biasanya ketika sebelum hamil menyukai aroma tersebut.
“Perhatikan juga biasanya kalau lagi hamil kan aneh-aneh ya mungkin biasanya suka bau lemon tapi pas lagi hamil cium bau lemon, mau muntah. Jadi, usahakan mungkin dipilih-pilih juga atau lebih memahami lah ya kebutuhannya apa tergantung masa kehamilannya,” ungkapnya.
Baca juga : Ini Tips Bagi Pria untuk Menjaga Kesehatan Kulit Saat Cuaca Panas
Setelah itu, kamu baru bisa memilih produk yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan sukai aromanya.
Dewi menyarakan untuk memakai basic skincare seperti pembersih wajah saat masa kehamilan karena kulit lebih sensitif.
“Skin Dewi ini punya pembersih wajah yang kita sebutnya sabun tanpa sabun, pembersih wajah tanoa busa sehingga lebih lembut di kulit bisa jadi opsi yang baik bagi bumil. Setelah pembersih wajah tentunya kita harus melembabkan kembali. Nah, balik lagi nih tergantung kebutuhan apakah kulitnya kering jadi perlu pelembab yang lebih lembab banget atau berminyak, pelembabnya butuh yang nggak terlalu berat. Terus yang paling basic tentunya kalau mau keluar gunakan sunblock,” tuturnya.
Dewi mengatakan apabila perlu ditambahkan serum, masker wajah, dan lainnya harus disesuaikan dengan kebutuhan.
“Perlu diperhatikan juga misalkan ada enggak kandungan yang membuat kulit lebih sensitif atau yang tidak diizinkan selama hamil seperti retinol,” tukasnya.(M-3)
Apakah hubungan intim saat hamil bisa menyebabkan pendarahan? Temukan penyebab medis, kapan harus waspada, dan tips aman berhubungan saat masa kehamilan.
Kenali penyebab pendarahan saat hamil di tiap trimester, mulai dari implantasi hingga plasenta previa, serta langkah pertolongan pertama yang tepat.
Kenali tanda bahaya kehamilan dari trimester 1 hingga pasca persalinan untuk mencegah kematian ibu. Simak panduan lengkap dan langkah preventif medis di sini.
Dosen FKG IPB University dr Ganot Sumulyo, SpOG ingatkan pentingnya deteksi dini tanda bahaya kehamilan dan pemeriksaan rutin untuk cegah kegawatdaruratan.
Kurang tidur saat hamil memicu gangguan metabolisme dalam tubuh ibu. Kondisi ini berkaitan dengan resistensi insulin dan peningkatan risiko diabetes gestasional.
Studi dari lembaga riset National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa struktur otak perempuan mengalami perubahan signifikan selama kehamilan.
Manfaat retinol mengurangi kerutan, mendorong produksi kolagen, sekaligus membantu peremajaan sel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved