Kenali Tanda Bahaya Kehamilan: Tips Mencegah Kematian Ibu

Basuki Eka Purnama
21/4/2026 11:43
Kenali Tanda Bahaya Kehamilan: Tips Mencegah Kematian Ibu
Ilustrasi(MI/RAMDANI)

KEGAWATDARURATAN pada masa kehamilan tetap menjadi tantangan besar bagi dunia kesehatan di Indonesia. Kondisi yang sering kali muncul secara mendadak ini tidak hanya mengancam keselamatan ibu, tetapi juga janin yang dikandungnya. Tanpa penanganan medis yang cepat dan tepat, risiko fatalitas menjadi sangat tinggi.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKG) IPB University, dr. Ganot Sumulyo, Sp.OG, menjelaskan bahwa kegawatdaruratan maternal merupakan kondisi akut yang memerlukan intervensi segera. Hal ini ia sampaikan dalam program IPB Podcast yang disiarkan melalui kanal YouTube IPB TV.

"Kegawatdaruratan pada ibu hamil adalah kondisi mendadak yang mengancam nyawa ibu maupun bayinya. Contohnya meliputi perdarahan, kejang, tekanan darah tinggi, infeksi berat, hingga persalinan macet," ujar Ganot.

Waspadai Tanda Bahaya Sejak Dini

Menurut Ganot, kunci utama dalam menekan angka kematian ibu adalah kecepatan dalam mencari pertolongan medis. Sayangnya, keterlambatan membawa ibu hamil ke fasilitas kesehatan masih sering terjadi akibat kurangnya pemahaman mengenai tanda-tanda bahaya.

Ia menegaskan bahwa perdarahan adalah indikator paling kritis yang tidak boleh diabaikan sama sekali.

"Nomor satu adalah perdarahan. Di usia kehamilan berapa pun, jika terjadi perdarahan, ibu harus segera dibawa ke rumah sakit," tegasnya.

Selain perdarahan, terdapat beberapa gejala klinis lain yang menjadi sinyal merah bagi kesehatan ibu dan janin. Berikut adalah rangkuman tanda bahaya yang perlu diwaspadai:

Gejala/Tanda Bahaya Potensi Risiko Medis
Perdarahan hebat atau bercak Keguguran, solusio plasenta, atau plasenta previa
Sakit kepala hebat & pandangan kabur Preeklamsia atau hipertensi dalam kehamilan
Nyeri perut yang sangat kuat Kehamilan ektopik atau gangguan organ dalam
Demam tinggi & sesak napas Infeksi berat atau sepsis
Gerakan janin berkurang/berhenti Gawat janin (fetal distress)

Pentingnya Antenatal Care (ANC) dan Pemantauan Nifas

Data dari World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sebagian besar kasus kegawatdaruratan sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini. Oleh karena itu, dr. Ganot sangat menyarankan ibu hamil untuk disiplin melakukan pemeriksaan kehamilan rutin atau Antenatal Care (ANC).

Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, ibu hamil minimal melakukan enam kali pemeriksaan selama masa kehamilan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau perkembangan janin serta mendeteksi faktor risiko secara lebih awal.

Lebih lanjut, dr. Ganot mengingatkan bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur meski proses persalinan telah usai. Masa nifas, yakni hingga 42 hari setelah melahirkan, tetap merupakan periode kritis yang memerlukan pemantauan ketat.

"Kenali tanda bahaya sejak dini dan jangan menunda untuk mencari pertolongan medis. Dukungan keluarga juga sangat penting agar ibu hamil dapat menjalani kehamilan hingga masa nifas dengan aman," pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya