Korea Selatan Peringatkan Dunia Soal Nuklir Korut, Minta Respons Cepat

Ferdian Ananda Majni
28/4/2026 14:26
Korea Selatan Peringatkan Dunia Soal Nuklir Korut, Minta Respons Cepat
Arsip - Rudal balistik antarbenua Hwasong-17 diluncurkan dari Bandara Internasional Pyongyang pada 16 Maret 2023.(KCNA/Kyodo)

KOREA Selatan menyerukan respons global yang cepat untuk menghadapi program nuklir Korea Utara, yang dinilai sebagai ancaman paling mendesak terhadap sistem nonproliferasi dunia. 

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Jeong Yeon-doo dalam konferensi Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) di New York, seperti dilaporkan Kantor Berita Yonhap pada Selasa (28/4).

Dalam forum tersebut, Jeong menegaskan bahwa Korea Utara merupakan kasus unik dalam rezim NPT. Negara itu sebelumnya menjadi bagian dari perjanjian, kemudian menarik diri, dan secara terbuka melanjutkan pengembangan senjata nuklirnya.

"Korea Utara adalah satu-satunya kasus yang telah mendapat manfaat dari rezim NPT, mengumumkan penarikan diri, dan secara terbuka melanjutkan pengembangan senjata nuklir, sehingga tetap menjadi tantangan paling mendesak bagi rezim nonproliferasi," kata Jeong dilansir Anadolu, Selasa (28/4).

Ia mendorong komunitas internasional untuk menyampaikan pesan yang solid dan konsisten bahwa keamanan serta masa depan ekonomi Korea Utara bergantung pada kesediaannya kembali ke kerangka perjanjian tersebut.

Selain itu, Jeong juga menyoroti kekhawatiran terhadap hubungan militer antara Rusia dan Pyongyang. 

Ia meminta Moskow untuk menghentikan kerja sama tersebut, karena dinilai dapat melemahkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta merusak upaya global dalam menjaga nonproliferasi.

Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT), yang mulai berlaku pada 1970, merupakan landasan utama dalam upaya internasional untuk mencegah penyebaran senjata nuklir sekaligus mendorong pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai. 

Evaluasi terhadap implementasi perjanjian ini dilakukan melalui konferensi peninjauan yang digelar setiap lima tahun. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya