USA Rare Earth Akuisisi Serra Verde Brasil demi Lawan Dominasi Tiongkok

Wisnu Arto Subari
21/4/2026 06:30
USA Rare Earth Akuisisi Serra Verde Brasil demi Lawan Dominasi Tiongkok
Ilustrasi.(Freepik)

PERUSAHAAN tambang asal Amerika Serikat, USA Rare Earth, resmi mengumumkan rencana akuisisi strategis terhadap Serra Verde, perusahaan penambang logam tanah jarang atau mineral langka asal Brasil. Kesepakatan bernilai US$2,8 miliar atau sekitar Rp48 triliun merupakan langkah besar Barat untuk menantang dominasi Tiongkok dalam rantai pasok mineral global.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan yang bermarkas di Oklahoma tersebut, struktur transaksi mencakup pembayaran tunai sebesar US$300 juta dan penerbitan saham baru senilai US$126,9 juta. Proses akuisisi ini ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026, setelah memenuhi persyaratan penutupan dan mendapatkan persetujuan dari otoritas regulasi terkait.

Memutus Ketergantungan pada Beijing

Logam tanah jarang kini menjadi instrumen geopolitik krusial dalam persaingan antara AS dan Tiongkok. Saat ini, Beijing menguasai hampir 70% produksi tambang dunia dan mendominasi hingga 90% kapasitas pengolahan logam tanah jarang global.

"Dunia telah terlalu bergantung pada satu sumber dan sudah saatnya untuk memutus ketergantungan itu," tegas CEO USA Rare Earth, Barbara Humpton, dalam wawancara bersama CNBC, Senin (20/4).

Humpton menambahkan bahwa akuisisi Serra Verde akan memberikan akses langsung ke tambang yang memproduksi empat unsur tanah jarang magnetik utama yang sangat dibutuhkan oleh industri manufaktur dan teknologi tinggi di Amerika Serikat.

Mengenal Logam Tanah Jarang:

Merupakan kelompok 17 unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki sifat magnetik dan optik unik. Unsur-unsur ini ialah komponen vital bagi teknologi modern, mulai dari ponsel pintar, baterai kendaraan listrik (EV), hingga sistem navigasi peralatan militer canggih.

Hubungan Strategis dan Keamanan Nasional

Pentingnya posisi Serra Verde diperkuat dengan adanya perjanjian pembelian (offtake agreement) berdurasi 15 tahun. Perjanjian ini melibatkan berbagai entitas pemerintah AS dan modal swasta untuk menyerap 100% produksi empat unsur magnetik utama: neodymium, praseodymium, dysprosium, dan terbium.

CEO Serra Verde Group, Thras Moraitis, mengungkapkan bahwa pemerintah AS sangat aktif mendorong investasi di sektor hulu, termasuk upaya menciptakan stabilitas harga dasar bagi logam tanah jarang.

"Logam tanah jarang mewakili titik temu strategis di mana keamanan nasional, energi, dan supremasi teknologi bertemu. Sektor Barat kini berada pada titik perubahan kritis karena kebutuhan mendesak akan sumber mineral yang andal," ujar Moraitis.

Respons Pasar

Pascapengumuman tersebut, saham USA Rare Earth sempat terkoreksi 3,4% dalam perdagangan pra-pasar. Meski demikian, secara akumulatif, performa saham perusahaan mencatatkan kenaikan signifikan sekitar 68% sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan pekan lalu.

Langkah akuisisi ini diharapkan menjadi katalisator bagi percepatan transisi energi bersih di Barat, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional AS dari fluktuasi kebijakan ekspor mineral Tiongkok di masa depan. (CNBC/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya