Tiongkok Kecam AS yang Membajak Kapal Tanker Iran di Teluk Oman

Ferdian Ananda Majni
20/4/2026 16:18
Tiongkok Kecam AS yang Membajak Kapal Tanker Iran di Teluk Oman
ilustrasi.(Antara)

PEMERINTAH Tiongkok menyatakan keprihatinan atas tindakan militer Amerika Serikat (AS) yang menaiki kapal kargo Iran, serta mendesak semua pihak menahan diri guna mencegah eskalasi konflik di kawasan strategis tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun mengatakan bahwa stabilitas di Selat Hormuz sangat penting bagi perdagangan global.

"Selat Hormuz adalah jalur air penting untuk distribusi barang dunia, dan menjaganya tetap aman serta stabil melayani kepentingan komunitas internasional," ujarnya kepada wartawan di Beijing dilansir Anadolu, Senin (20/4).

Guo juga menyoroti tindakan Amerika Serikat terhadap kapal Iran. "Mengenai AS yang mengambil kapal (Iran) secara paksa, kami menyatakan keprihatinan," sebutnya.

Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan angkatan lautnya mencegat kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menembus blokade di Teluk Oman. Kapal tersebut dilaporkan dilumpuhkan dan kini ditahan oleh Marinir AS.

Menurut Trump, kapal perusak rudal berpemandu USS Spruance melakukan pencegatan terhadap kapal bernama Touska setelah awaknya mengabaikan sejumlah peringatan untuk berhenti. Tiongkok berharap kedua negara dapat menghindari peningkatan ketegangan dan kembali ke jalur diplomasi.

"Tiongkok berharap AS dan Iran dapat memenuhi kewajiban mereka, mematuhi gencatan senjata, untuk mencegah eskalasi dan menyediakan kondisi yang diperlukan untuk normalisasi kembali selat tersebut," jelas Guo.

Ia juga menyerukan agar kedua pihak mempertahankan momentum gencatan senjata, terus mendorong de-eskalasi sebagai langkah menuju penyelesaian politik.

Insiden ini terjadi di tengah upaya internasional untuk membawa AS dan Iran kembali ke meja perundingan di Pakistan. Gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Islamabad dijadwalkan berakhir pada Rabu.

Sebelumnya, Iran sempat menyatakan jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka, namun kemudian menutupnya lagi sehari setelah pernyataan Trump bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan.

Konflik antara AS dan Iran sendiri meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Teheran. Iran kemudian membalas dengan menargetkan aset dan pangkalan AS di berbagai wilayah Timur Tengah.

Pertempuran sempat mereda setelah gencatan senjata pada 8 April. Namun, perundingan tingkat tinggi yang digelar di Islamabad pada 11-12 April berakhir tanpa kesepakatan.

Trump telah mengumumkan bahwa delegasi AS akan kembali ke Pakistan untuk melanjutkan putaran kedua pembicaraan. Meski demikian, hingga kini Teheran belum secara resmi menyatakan keikutsertaannya dalam perundingan lanjutan tersebut. (Fer/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya