Iran Balas Serang Kapal AS dengan Drone di Teluk Oman

Ferdian Ananda Majni
20/4/2026 13:25
Iran Balas Serang Kapal AS dengan Drone di Teluk Oman
Kapal AS.(Al Jazeera)

PASUKAN Iran dilaporkan melancarkan serangan drone terhadap sejumlah kapal Amerika Serikat (AS) pada Minggu (20/4). Ini sebagai respons atas penembakan dan penyitaan kapal Iran oleh militer AS di perairan kawasan.

Laporan tersebut disampaikan oleh kantor berita Tasnim yang menyebutkan bahwa serangan dilakukan setelah pasukan AS menaiki kapal kontainer Touska di Teluk Oman. Namun, tidak dijelaskan secara rinci apakah target serangan merupakan kapal militer atau komersial.

Sebelumnya, Iran mengonfirmasi bahwa kapal berbenderanya disita oleh pasukan AS dan memperingatkan akan memberikan respons cepat. Teheran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan dan mulai berlaku sejak 7 April.

Kantor berita Fars juga melaporkan bahwa Markas Besar Khatam al-Anbiya menyebut pasukan AS menargetkan kapal tersebut dengan melumpuhkan sistem navigasi sebelum menaikinya. Ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.

Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa Touska berangkat dari Port Klang, Malaysia, pada 12 April sebelum insiden terjadi.

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan bahwa pasukan AS lebih dulu melepaskan tembakan ke kapal tersebut sebelum melakukan penyitaan.

Insiden ini pertama kali diumumkan oleh Presiden Donald Trump dan kemudian dikonfirmasi oleh United States Central Command (CENTCOM). 

Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut kapal perang USS Spruance mencegat kapal kargo berbendera Iran yang berupaya menembus blokade angkatan laut AS di Teluk Oman.

Menurut CENTCOM, marinir AS saat ini masih menahan kapal tersebut. Disebutkan pula bahwa kapal Touska sedang menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran sebelum dicegat.

CENTCOM juga merilis rekaman video melalui platform X yang memperlihatkan kapal perang AS memberikan peringatan sebelum akhirnya melepaskan tembakan.

Zolfaghari mengecam tindakan tersebut dan menuduh AS melanggar kesepakatan yang telah dicapai.

"Amerika Serikat yang agresif dengan melanggar gencatan senjata dan terlibat dalam pembajakan maritim, menyerang salah satu kapal Iran setelah menonaktifkan sistem navigasinya," katanya dilansir Anadolu, Senin (20/4).

Ia juga menuding pasukan AS mengerahkan marinir dalam operasi tersebut.

"Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini," tegasnya.

Insiden ini menambah ketegangan di kawasan, terutama di jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi global. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya