Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik dari Sinpho di Tengah Perang Iran

Wisnu Arto Subari
20/4/2026 09:41
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik dari Sinpho di Tengah Perang Iran
Ilustrasi.(Al Jazeera)

KOREA Utara kembali memanaskan situasi di Semenanjung Korea dengan meluncurkan beberapa rudal balistik jarak pendek pada Minggu (19/4). Peluncuran ini dilakukan di tengah peringatan para ahli internasional mengenai kemajuan pesat Pyongyang dalam pengembangan senjata nuklir.

Militer Korea Selatan melaporkan bahwa rudal-rudal tersebut ditembakkan dari kota pesisir Sinpho sekitar pukul 06.10 waktu setempat. Sinpho dikenal sebagai lokasi strategis yang menampung situs rudal balistik utama dan fasilitas pembangunan kapal selam yang mampu meluncurkan senjata serupa.

Jangkauan dan Respons Regional

Rudal-rudal tersebut terbang sejauh kurang lebih 140 kilometer menuju Laut Jepang. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan bahwa meskipun rudal jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, otoritas Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan terus bekerja sama erat untuk menganalisis peluncuran tersebut.

Seoul menegaskan kesiapannya untuk menanggapi setiap provokasi dengan cara yang luar biasa. Peluncuran ini merupakan uji coba rudal keempat sepanjang bulan ini dan yang ketujuh sejak awal tahun 2026.

Data Teknis Peluncuran:
  • Lokasi: Sinpho, Korea Utara.
  • Waktu: Minggu, 19 April 2026, pukul 06.10 waktu setempat.
  • Jarak Tempuh: 140 Kilometer.
  • Jenis: Rudal Balistik Jarak Pendek (SRBM).

Kaitan dengan Konflik AS-Israel dan Iran

Para pengamat menilai peningkatan intensitas uji coba rudal Pyongyang merupakan unjuk kekuatan di tengah perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berlangsung selama tujuh minggu. Korea Utara tampaknya ingin menunjukkan kemampuan pertahanan mandirinya di saat AS dan Israel berupaya menghancurkan fasilitas rudal dan nuklir Iran.

Kemajuan Nuklir yang Mengkhawatirkan

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) awal pekan ini melaporkan kemajuan sangat serius pada kemampuan nuklir Korea Utara. Kepala IAEA, Rafael Grossi, mencatat peningkatan aktivitas yang dramatis di situs nuklir utama Yongbyon.

Korea Utara diperkirakan memiliki sekitar 50 hulu ledak nuklir. Meskipun efektivitas senjatanya masih dipertanyakan, Pyongyang bersikeras tidak akan melakukan denuklirisasi dan menuntut pengakuan internasional sebagai kekuatan nuklir dunia.

Hingga saat ini, upaya diplomatik untuk membatasi program senjata Kim Jong Un masih menemui jalan buntu. Meskipun Presiden AS Donald Trump mengindikasikan kesediaan untuk melanjutkan dialog, pejabat Korea Utara sejauh ini menunjukkan sikap dingin terhadap tawaran pertemuan baru maupun upaya normalisasi hubungan dari pemerintah Korea Selatan. (Newsweek/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya