Indonesia Perlu Bangun Strategi Perkuat Jejaring dengan Negara Middle Power

Media Indonesia
14/4/2026 19:32
Indonesia Perlu Bangun Strategi Perkuat Jejaring dengan Negara Middle Power
(kiri ke kanan) Menlu Rusia Sergey Lavrov, Presiden UEA Sheikh Mohamed bid Zayed al-Nahyan, Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, PM India Narendra Modi, PM China Li Qiang, PM Eti(ANTARA FOTO/HO/Biro Pers-Muchlis jr/wpa/foc)

PENDIRI  Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal mendorong pemerintah Indonesia untuk merumuskan strategi diplomasi baru seiring menguatnya peran negara-negara berkekuatan menengah atau middle power countries merespons dinamika global.

"Negara-negara kekuatan menengah dari kawasan Utara dan Selatan kini mulai membangun hubungan yang semakin erat. Kita melihat tren ini dengan jelas, di mana berbagai hubungan bilateral semakin diperkuat," ujar Dino di acara Middle Power Conference di Jakarta, Selasa, (14/4).

Mantan wakil menteri luar negeri Indonesia itu menyebut negara-negara middle power di kawasan Utara dan Selatan ada sekitar 20 negara. Negara-negara tersebut diyakini dapat memainkan peranan penting dalam tatanan dunia.

Dino mengatakan ada penguatan kerja sama yang intens antar negara-negara middle power di Utara ataupun selatan dunia. Indonesia dinilai negara yang aktif dalam meningkatkan jejaring diplomasi tersebut.

FPCI mencatat bahwa Indonesia mampu meningkatkan kerja sama dengan sejumlah mitra strategis antara lain kerja sama Indonesia dengan Australia, Prancis, India, Korea Selatan, dan Turki. 

Penguatan hubungan, ujar Dino, mencerminkan upaya Indonesia memperluas jejaring diplomasi di tengah perubahan tatanan global.

"Menurut kami merupakan strategi yang sangat tepat untuk kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif," ucap Dino.

Dino mengatakan Indonesia yang juga merupakan negara middle power penting untuk mengembangkan strategi khusus dalam tatanan dunia yang terus berkembang. seperti membangun hubungan berbasis koalisi.  (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya