Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I DPR RI Sarifah Ainun Jariyah mendorong Indonesia mengambil peran aktif dalam meredakan ketegangan Kamboja-Thailand, mengingat warisan diplomasi Bung Karno melalui Gerakan Non-Blok dan Konferensi Asia Afrika (KAA).
Legislator fraksi PDI Perjuangan ini mengingatkan bahwa Thailand dan Kamboja sama-sama anggota Konferensi Asia Afrika yang digagas Bung Karno. Pendekatan atas semangat KAA yang memperjuangkan perdamaian dunia dan membangun hubungan internasional yang adil dan setara tentu bisa diangkat untuk menyelesaikan ketegangan dua negara tersebut.
"Semangat Dasasila Bandung tentang solidaritas dan perdamaian harus kita hidupkan kembali untuk menyelesaikan konflik ini secara adil," ujar Sarifah dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (25/7).
Ia menilai konflik yang meluas berpotensi mengganggu arus perdagangan di Selat Malaka dan Laut China Selatan yang vital bagi ekspor-impor Indonesia.
"Ketegangan di perbatasan Kamboja-Thailand memicu kekhawatiran gangguan stabilitas di kawasan Asia Tenggara, yang bisa memengaruhi iklim investasi," kata Sarifah.
Sarifah juga mendesak Kementerian Luar Negeri untuk mendorong penyelesaian damai sesuai prinsip ASEAN. "Indonesia pernah berperan sebagai mediator dalam konflik serupa tahun 2011, termasuk mengirim tim. Kini saatnya kita tunjukkan kembali peran aktif itu," tegasnya.
Di sisi praktis, Sarifah meminta Kedutaan Besar RI di Phnom Penh dan Bangkok segera melakukan mitigasi. "Prioritas utama adalah mengonsolidasikan WNI agar keluar dari zona konflik," tandasnya.
Sarifah menekankan, keberhasilan diplomasi Indonesia dalam konflik ini akan memperkuat posisi negara di forum internasional sekaligus menghidupkan kembali warisan Bung Karno sebagai inisiator Gerakan Non-Blok. "Ini momentum membuktikan komitmen Indonesia sebagai penjaga perdamaian di kawasan," pungkasnya. (Cah/P-3)
Pameran ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana titik awal pergerakan kebangsaan dimulai dari Kota Bandung
Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung bukan sekadar nostalgia sejarah. Menurutnya, semangat tersebut merupakan agenda nyata yang tetap relevan untuk menjawab krisis global
Langkah bergabung dengan BoP bertentangan dengan semangat politik luar negeri bebas aktif sebagaimana tercermin dalam Dasasila Bandung.
Konferensi ini kemudian menjadi pedoman dan menginspirasi bangsa-bangsa terjajah di dunia dalam perjuangan memperoleh kemerdekaannya.
Sepuluh Prinsip Dasasila Bandung masih relevan sebagai kompas moral bagi tatanan internasional yang adil
Konferensi ini diikuti 131 akademisi, peneliti, dan praktisi dari 32 negara, terdiri atas 89 peserta yang hadir secara langsung dan 42 peserta yang bergabung secara daring.
Thailand menyatakan pada Rabu bahwa gugus tugas gabungan angkatan darat dan angkatan udara telah melancarkan serangan udara menggunakan pesawat tempur
MESKI Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah mengabulkan eksepsi tergugat Aburizal Bakrie, kubu Agung Laksono belum menyerah. Pengurus Partai Golkar hasil munas Jakarta itu kembali menggugat keabsahan kepengurusan Golkar hasil munas Bali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved