Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCAIRAN es di Antarktika menjadi salah satu dampak nyata dari perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan. Namun, lebih dari sekadar menaikkan permukaan laut, fenomena ini ternyata dapat mengaktifkan gunung berapi yang tersembunyi di bawah lapisan es.
Bagaimana proses ini terjadi? Berikut penjelasannya.
Antarktika memiliki ratusan gunung berapi yang tersembunyi di bawah es tebal. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Geochemistry, Geophysics, Geosystems, lapisan es yang tebal memberikan tekanan besar pada kerak bumi dan ruang magma di bawahnya.
Ketika es mencair, tekanan ini berkurang drastis, memungkinkan magma untuk naik ke permukaan dan meningkatkan risiko erupsi gunung berapi.
Gunung berapi yang berada di bawah es mengandung gas-gas terlarut, seperti karbon dioksida dan uap air.
Penurunan tekanan akibat hilangnya es memungkinkan gas-gas ini untuk keluar dari larutan magma, menciptakan gelembung dan meningkatkan tekanan dalam ruang magma.
Kondisi ini bisa menyebabkan letusan yang lebih kuat dan lebih sering terjadi dibandingkan sebelumnya.
Letusan gunung berapi di bawah lapisan es dapat mempercepat pencairan lebih lanjut karena panas yang dihasilkan. Hal ini menciptakan siklus umpan balik yang semakin mempercepat hilangnya es di Antarktika.
Selain itu, abu vulkanik yang dihasilkan bisa mempercepat pencairan es dengan menurunkan albedo permukaan, sehingga lebih banyak radiasi matahari diserap dan mempercepat pemanasan global.
Pencairan es Antarktika bukan hanya masalah kenaikan permukaan laut, tetapi juga dapat memicu letusan gunung berapi tersembunyi.
Fenomena ini memperkuat dampak perubahan iklim dengan cara yang belum sepenuhnya dipahami. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi dampak jangka panjang dari perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Jika Anda tertarik dengan perkembangan terbaru mengenai perubahan iklim dan dampaknya, tetap ikuti berita dari sumber terpercaya dan dukung langkah-langkah mitigasi perubahan iklim demi masa depan bumi yang lebih baik. (Z-10)
Banyak orang mengira bintang benar-benar berkelip atau berubah-ubah cahaya. Namun, faktanya tidak demikian. Dilansir dari laman Online Star Register, efek berkelip tersebut bukan berasal
Kemiringan Bumi pada porosnya menjadi penyebab dari pergeseran jalur Matahari ke utara pada waktu yang sama setiap tahunnya.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Fenomena astronomi langka akan menyapa langit Bumi pada akhir Februari 2026 lewat peristiwa yang dikenal sebagai parade enam planet.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin sempurna kali ini tidak melewati wilayah Indonesia dan hanya melintasi wilayah terpencil di Antartika.
Jelajahi Thrihnukagigur di Islandia, satu-satunya gunung berapi di dunia yang memungkinkan wisatawan masuk ke ruang magma sedalam 213 meter.
Di tengah kemajuan teknologi, satu pertanyaan besar masih menghantui para ilmuwan, kapan dan di mana gempa besar berikutnya akan mengguncang?
Axial Seamount, gunung berapi bawah laut paling aktif di Pasifik, diprediksi meletus pertengahan hingga akhir 2026 berdasarkan penelitian ilmuwan.
Axial Seamount, gunung berapi yang berada sekitar 300 mil (sekitar 480 km) dari pantai Oregon, menunjukkan tanda-tanda bahwa letusan akan segera terjadi di tahun 2025
Citra setelit menangkap gambar Gunung Berapi Klyuchevskoy di Rusia yang memuntahkan gumpalan asap sepanjang 1.600 kilometer ke atmosfer bumi.
Mencairnya gletser memuci letusan gunung api yang lebih sering dan eksplosof, yang memperparah krisis iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved