Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETENGAH dari sekitar 20 siklon tropis diperkirakan terbentuk di Samudra Pasifik bagian barat hingga September tahun ini. Adapun sejumlah badai siklon akan menghantam daratan di kawasan Asia Timur.
Siklon tropis yang juga dikenal sebagai topan dan angin topan, dapat mengemas kecepatan angin 63-250 kmh. Berikut, hujan yang disertai badai dan dapat menghancurkan wilayah pesisir.
Baca juga: Suhu Air Laut Naik, Samudra Pasifik Panen Badai
Badai semacam itu telah menimbulkan malapetaka dan kerusakan senilai lebih dari US$175 miliar di seluruh kawasan Asia dalam satu dekade terakhir. Lima badai diperkirakan menghantam daratan Tiongkok, Taiwan, Vietnam dan Filipina. Sementara itu, Jepang dan Korea mungkin hanya mengalami dua badai.
Diketahui, jumlah perkiraan itu melebihi rata-rata 30 tahun di kawasan, yakni 13,5 topan pada periode April hingga September, "Jumlah siklon tropis yang diprediksi terbentuk antara 1 April sampai 3 September, mendekati di atas normal," jelas Guy Carpenter dari Asia-Pacific Climate Impact Center.
Kalangan ilmuwan atmosfer memperingatkan bahwa pemanasan global menyebabkan badai semakin ganas. Namun, jumlah badai diperkirakan tetap sama atau berkurang di masa depan.
Baca juga: Topan Yaas Hampiri India, Pemerintah Serukan Evakuasi Warga
Meningkatnya suhu udara dan permukaan laut membantu memicu badai yang lebih kuat, dengan potensi kecepatan angin yang lebih cepat dan hujan lebih deras. Dengan suhu tinggi di atas rata-rata global, Samudra Pasifik bagian barat mengalami lebih banyak badai dibandingkan belahan Bumi lain.
Pada pertengahan April, Topan Surigae menghantam wilayah Filipina, serta memaksa lebih dari 100.000 orang untuk evakuasi. Bulan lalu, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat memperkirakan musim badai Atlantik pada tahun ini di atas normal.(Straitstimes/OL-11)
Belanja militer global pada 2025 mencatatkan rekor baru sebesar US$2,89 triliun atau setara Rp49,79 kuadriliun. Lonjakan sebesar 2,9% ini didorong oleh ketidakpastian keamanan global
SEJUMLAH pemimpin di kawasan Asia menyambut positif pengumuman gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.
Firma Kpler menilai Asia paling terdampak krisis energi akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz, dengan pasokan minyak dan gas menurun tajam.
Sejalan dengan tren global, negara-negara di Asia Tenggara mulai memperkuat mekanisme penetapan harga karbon mereka.
Konten dari Jepang, Korea, dan India kini telah bertransformasi menjadi kekuatan budaya yang signifikan dalam hiburan global.
Daya tarik utama Gerbang Handara adalah kesempatan untuk mengabadikan momen di depan gerbang yang menawan.
Musim dingin yang terlalu hangat menyebabkan bunga gagal mekar sempurna dan merusak tradisi ribuan tahun.
Ilmuwan Smithsonian (STRI) melaporkan kegagalan fenomena upwelling di Teluk Panama pada 2025 akibat angin yang melemah. Ancaman serius bagi ekosistem dan nelayan.
Penelitian terbaru Universitas Alaska Fairbanks mengungkap hilangnya es pesisir (landfast ice) di Laut Beaufort dan Chukchi yang kini mencair lebih cepat.
Penelitian terbaru di jurnal Nature mengungkap fakta mengejutkan. Serangga di wilayah tropis, termasuk Amazon, terancam punah karena tidak mampu beradaptasi dengan kenaikan suhu ekstrem.
Suhu Greenland Maret 2026 menunjukkan tren menghangat yang mengkhawatirkan. Simak update terbaru mengenai "Zona Gelap" dan dampaknya bagi permukaan laut dunia.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved