Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan mutasi covid-19 yang muncul di India sebagai varian mengkhawatirkan. Ada beberapa informasi yang menunjukkan peningkatan penularan B.1.617, varian yang terdeteksi di India.
Selain itu, studi awal menunjukkan bahwa ada beberapa netralisasi yang berkurang, referensi pada kemungkinan bahwa vaksin covid-19 mungkin kurang efektif melawannya. "Karena itu, kami mengklasifikasikan ini sebagai varian mengkhawatirkan di tingkat global," ujar ilmuwan senior WHO Maria Van Kerkhove.
"Rincian lebih lanjut akan diberikan dalam pembaruan epidemiologi mingguan WHO pada Selasa,” tambahnya. Tiga mutasi lain yang menjadi perhatian WHO yaitu varian yang pertama kali terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.
WHO mengklasifikasikan varian covid-19 menjadi dua kategori yakni varian yang sedang ditinjau dan varian yang mengkhawatirkan. Varian yang terakhir lebih menular, sulit dikendalikan, atau menyebabkan penyakit yang lebih parah. "Tetapi belum ada bukti bahwa tes virus korona, obat-obatan atau vaksin kurang efektif terhadap varian di India," kata Van Kerkhove.
Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan setuju dan mendorong pendekatan yang seimbang. "Apa yang kita ketahui sekarang yakni vaksin bekerja, diagnostik bekerja, perawatan yang sama yang digunakan untuk virus biasa bekerja," katanya kepada wartawan. "Jadi sebenarnya tidak perlu mengubah semua itu dan pada kenyataannya orang-orang harus melanjutkan dan mendapatkan vaksin apa pun yang tersedia untuk mereka dan yang memenuhi syarat untuk mereka," lanjutnya.
Para ahli menyoroti bahwa semakin banyak virus menyebar, semakin besar risiko virus menemukan kondisi ideal untuk bermutasi, menekankan bahwa segala sesuatu harus dilakukan untuk mengendalikan penularan. "Kami akan terus memperhatikan varian yang mengkhawatirkan di seluruh dunia dan kami harus melakukan segala yang kami bisa untuk benar-benar membatasi penyebarannya," kata Van Kerkhove.
Ratusan ribu orang telah terinfeksi virus korona setiap hari di India dan lebih dari 22,6 juta infeksi telah dilaporkan di negara itu sejak pandemi dimulai. Menurut WHO, jumlah infeksi baru menurun di sebagian besar wilayah dunia, termasuk Eropa dan Amerika. Namun, masih ada peningkatan tajam di Asia Selatan dan Asia Tenggara, menurut badan tersebut.
Secara terpisah pada hari Senin, kepala WHO mengkritik diplomasi vaksin dan mendesak negara-negara untuk bekerja sama guna mengakhiri pandemi. "Diplomasi vaksin bukanlah kerja sama," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan. "Kita tidak bisa mengalahkan pandemi ini melalui kompetisi," katanya. Tedros mengecam manuver geopolitik di saat hanya kerjasama yang jelas dan bersih dapat membantu. (Aljazeera/OL-14)
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
HMD Global bersiap meluncurkan HMD Vibe 2 5G pada Mei. Smartphone ini diprediksi hadir dengan harga terjangkau dan fitur 5G untuk segmen entry-level.
Pertemuan dilakukan antara API dengan India ITME Society di Bandung. Tujuannya untuk mengatasi kendala peningkatan produktifitas tekstil dan garmen.
Sembilan polisi di India dijatuhi hukuman mati setelah terbukti menyiksa ayah dan anak hingga tewas di dalam tahanan. Kasus ini membongkar sisi gelap brutalitas polisi.
Peradangan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk jantung.
Strategi ekspansi yang akan dilakukan kedua belah pihak yakni pengembangan way-side amenities (fasilitas peristirahatan) sebanyak 500 gerai dalam 5 tahun ke depan.
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Vaksin influenza trivalen kembali menjadi standar global setelah WHO merekomendasikan penghapusan komponen garis keturunan B/Yamagata.
AI dan teknologi genomik mempercepat diagnosis penyakit langka. Inovasi ini membuka akses pengobatan lebih cepat bagi jutaan pasien di dunia.
Taiwan melaporkan capaian Gold Tier WHO dalam eliminasi hepatitis C dengan diagnosis 90,2% dan pengobatan 92,6%, mendekati target global 2030.
Indonesia pimpin suara Global South dalam negosiasi WHO Pandemic Agreement 2026. Cek latar belakang Uni Eropa dinilai hambat kesetaraan akses kesehatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved