Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Jumat (11/9), mengumumkan normalisasi hubungan Israel dengan Bahrain. Pengumuman itu dilansir kurang dari satu bulan setelah 'Negeri Zionis' itu menjalin hubungan diplomatis dengan Uni Emirat Arab.
"Warga Israel, sayang dengan bangga mengumumkan kepada Anda, kami kembali berhasil mencapai kesepakatan damai dengan negara Arab, Bahrain. Kesepakatan ini menambah kesepakatan damai bersejarah setelah sebelumnya dengan Uni Emirat Arab," ungkap Netanyahu.
Media massa Israel, sejak Jumat (11/9) pagi, telah berspekulasi bahwa kesepakatan damai antara Israel dan Bahrain telah tercapai.
Baca juga: Israel-Bahrain Normalisasi Hubungan Diplomatik
Kesepakatan normalisasi hubungan yang juga diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat Bahrain menjadi negara Teluk kedua dan negara Arab keempat yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Mesir menjalin hubungan diplomatik dengan Israel pada 1979 sementara Yordania melakukannya pada 1994. Adapun Uni Emirat Arab mengumumkan normalisasi hubungan dengan Israel pada 13 Agustus.
"Kita butuh 26 tahun untuk mencapai kesepakatan damai ketiga namun hanya 29 hari dari yang ketiga ke yang keempat," kata Netanyahu.
"Saya yakin akan ada lagi. Ini adalah era baru perdamaian," imbuhnya.
Sementara itu, Otoritas Palestina di Tepi Barat dan kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza mengecam normalisasi hubungan Israel dengan Bahrain itu.
Palestina menyebut hal itu bak tusukan di punggung bagi seluruh warga Palestina. Pernyataan itu sama dengan yang dinyatakan Palestina saat mengomentari normalisasi hubungan Israel dengan Uni Emirat Arab. (AFP/OL-1)
Iran menuntut lima negara Arab membayar ganti rugi atas dugaan dukungan dalam serangan gabungan AS-Israel. Teheran membawa tuduhan itu ke PBB lewat nota diplomatik.
Otoritas Arab Saudi menutup total Jembatan King Fahd menuju Bahrain menyusul meningkatnya tensi geopolitik jelang berakhirnya ultimatum Presiden Donald Trump ke Iran.
IRAN mengklaim telah melancarkan serangan udara yang menargetkan aset militer Amerika Serikat Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi dan Bahrain.
Warga Bahrain juga diminta menjauhi lokasi yang mengalami kerusakan atau benda mencurigakan.
Beberapa pangkalan Israel juga menjadi sasaran, terutama pangkalan udara Ramat David dan bandara sipil Haifa.
Amazon Web Services (AWS) mengonfirmasi fasilitas pusat data mereka di UEA dan Bahrain rusak akibat serangan drone. Layanan cloud populer mengalami gangguan teknis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved