Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKHAWATIRAN kalangan ilmuwan soal tipe virus korona baru yang menular dari Pasar Induk Xinfaldi Beijing lebih ganas daripada virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan pada akhir 2019 membuat Pemerintah Kota Beijing menggandakan masa karantina dari 14 hari menjadi 28 hari.
Mayoritas orang yang dikarantina di Beijing merupakan para pekerja di lapak daging sapi dan kambing di Pasar Xinfadi. Pakar dari Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC) Shi Guoqing menyebut mereka dikategorikan dalam kelompok risiko tinggi covid-19.
Shi mengungkapkan beberapa dari mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali sehingga sulit untuk menilai, apakah mereka tertular virus hanya dengan mengamati gejalanya.
Selain itu, karena beberapa yang terinfeksi memiliki hasil tes asam nukleat negatif dan tidak ada kelainan yang ditemukan dalam 14 hari. Sehingga tak cukup waktu untuk mengonfirmasinya jika karantina hanya berlaku 14 hari.
Baca juga: Muncul Kasus Covid-19, Tiongkok Lockdown Wilayah Dekat Beijing
Dengan demikian, menurut Shi, ada kemungkinan orang-orang tersebut akan menyebarkan virus kepada orang lain kalau diizinkan bebas berkeliaran.
Wakil Kepala Distrik Fengtai, Chu Junwei, mengatakan karantina untuk orang yang pernah kontak dengan pedagang daging sapi dan kambing di Pasar Induk Xinfadi diperpanjang menjadi 28 hari.
Shi mencatat 33,8% kasus positif di Beijing terkait dengan para pekerja di lapak daging sapi dan kambing di Pasar Induk Xinfadi. Sedangkan 20,5% lainnya adalah para pengunjung area itu.
Komisi Kesehatan Kota Beijing mengumumkan inang virus korona itu diyakini diimpor dari Eropa pada awal Maret, kemudian mengarah ke Amerika Selatan dan berakhir di Tiongkok oleh manusia atau daging impor sehingga terjadilah wabah di Beijing.
Deputi Direktur Biologi Patogen di Wuhan University, Yang Zhanqiu, mengatakan masa berjangkit wabah tersebut di Beijing sangat pendek dan semuanya berkaitan dengan Pasar Induk Xinfadi.
"Itu berarti inangnya lebih ganas daripada virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan sehingga mungkin saja penyebarannya lebih dahsyat di Pasar Induk Xinfadi," ujarnya.
Oleh sebab itu, menurut dia, yang paling aman adalah melakukan tindakan-tindakan ketat terhadap kelompok berisiko tinggi tersebut. Selama ini, orang merasa aman jika hasil tes negatif asam nukleatnya negatif.(OL-5)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved