Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negaranegara untuk berhati-hati dalam melakukan pencabutan aturan penguncian wilayah (lockdown). Jika terlalu dini, itu bisa memicu kebangkitan mematikan dalam infeksi virus korona (covid-19).
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan negara-negara harus berhatihati dalam melakukan pelonggaran pembatasan, bahkan ketika beberapa orang berjuang dengan dampak ekonomi.
Negara-negara yang paling terpukul di Eropa: Spanyol dan Italia, sama-sama mengendurkan beberapa aturan, sedangkan penguncian tetap berlanjut. Secara global tercatat ada 1,6 juta kasus virus korona dan 101.000 kematian.
Berbicara di sebuah konferensi pers virtual di Jenewa, Tedros mengatakan ada sambutan menyusul melambatnya penyebaran epidemi di beberapa negara Eropa.
Dia mengatakan WHO sedang bekerja dengan pemerintah-pemerintah untuk membuat strategi pelonggaran pembatasan, tetapi ini tidak boleh dilakukan terlalu cepat. “Mencabut pembatasan terlalu cepat dapat menyebabkan kebangkitan yang mematikan,” ujarnya.
Tingkatkan tindakan
WHO juga mendesak Jepang meningkatkan langkah-langkah untuk mengatasi penyebaran infeksi virus korona baru (covid-19) setelah sejumlah kasus di beberapa bagian negara itu tanpa tidak diketahui kaitannya dengan wabah lain.
“Jepang telah melihat kasus covid-19 di tiga prefektur, termasuk Tokyo yang tidak terkait dengan rantai penularan yang diketahui,” ujar Michael Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, kemarin. “Ini tidak baik, tetapi mereka sedang mencari tahu.”
“Data yang saya lihat pagi ini meyakinkan saya mereka sangat agresif mengikuti kasus ini,” ujarnya.
Jepang harus meningkatkan langkah-langkah di beberapa prefektur.“Jepang dengan timtimnya telah memperoleh banyak informasi yang sangat berguna, termasuk hanya 1 dari 5 orang yang terinfeksi menyebarkan penyakit ini,” kata Ryan.
Total kasus kasus covid-19 di Jepang melonjak melewati 6.000, Jumat (10/4), dengan rekor peningkatan harian di Tokyo, Osakaz dan di tempat lain.
Total nasional berjumlah di 6.141 kasus pada pukul 23.00, naik 625 dari hari sebelumnya. Korban tewas meningkat 13 menjadi 132 orang, termasuk mereka yang berada di kapal pesiar Diamond Princess yang terjangkit virus.
Di Tokyo, yang berada dalam keadaan darurat, rekor 189 kasus dilaporkan. Sekitar 80% atau 147 kasus tidak diketahui jalur transmisinya.
Di antara prefektur yang terdampak deklarasi darurat yang dikeluarkan Selasa oleh pemerintah pusat, Osaka melaporkan 80 kasus, Saitama 53 kasus, dan Fukuoka 39 kasus, semuanya dalam satu hari. (AFP/Japan Times/Hym/I-1)
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Vaksin influenza trivalen kembali menjadi standar global setelah WHO merekomendasikan penghapusan komponen garis keturunan B/Yamagata.
AI dan teknologi genomik mempercepat diagnosis penyakit langka. Inovasi ini membuka akses pengobatan lebih cepat bagi jutaan pasien di dunia.
Taiwan melaporkan capaian Gold Tier WHO dalam eliminasi hepatitis C dengan diagnosis 90,2% dan pengobatan 92,6%, mendekati target global 2030.
Indonesia pimpin suara Global South dalam negosiasi WHO Pandemic Agreement 2026. Cek latar belakangĀ Uni Eropa dinilai hambat kesetaraan akses kesehatan global.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved