Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Australia Scott Morrison, Senin (23/12), menolak seruan untuk pemangkasan penggunaan batu bara dalam menghadapi bencana kebakaran hutan masif yang dipicu iklim yang mematikan.
Morrison menilai seruan itu sebagai permintaan ‘sembrono’ dan ‘menghancurkan pekerjaan’ bagi industri besar di negara itu.
Pemerintah konservatif Morrison dengan keras membela industri batu bara yang menguntungkan di Australia, yang menghasilkan sepertiga dari ekspor batu bara global dan menyediakan pekerjaan di daerah pemilihan utama.
“Saya tidak akan menghapus pekerjaan ribuan warga Australia dengan meninggalkan industri tradisional,” kata Morrison kepada Seven Network, dalam satu dari beberapa wawancara pagi yang menolak seruan untuk tindakan lebih lanjut.
“Apa yang tidak akan kami lakukan adalah terlibat dalam target sembrono serta menghancurkan pekerjaan dan ekonomi yang sedang kita kejar,” ujarnya kepada Channel 9, menanggapi seruan untuk kebijakan yang lebih ramah iklim.
Manuver Morrison datang ketika ia berusaha membatasi dampak politik dari liburannya ke Hawaii yang banyak dikritik. Ia malah berlibur ketika kebakaran hutan menghancurkan daerah seluas Belgia dan mengeluarkan asap beracun ke kota-kota besar Australia.
Taman nasional menutup lokasi kamp dan jalan pantai utama yang menghubungkan Sydney dengan kota-kota pantai tenggara kembali ditutup karena dampak kebakaran.
Kondisinya mereda pada Senin (23/12), tetapi pihak berwenang mengatakan, dalam beberapa hari terakhir hampir 200 rumah telah rusak oleh kebakaran di Australia Selatan dan New South Wales.
Pihak berwenang mengatakan tidak banyak yang tersisa dari kota kecil Balmoral, barat daya Sydney, tempat seniman Steve Harrison mengatakan kepada stasiun televisi publik ABC bahwa kebunnya tak bersisa dilumat api.
Penuhi target emisi
Morrison menegaskan Australia akan memenuhi target emisinya pada 2030.
“Saya akan mempertahankan arah manajemen yang bertanggung jawab, mengatasi perubahan-perubahan iklim secara bertanggung jawab, dan memastikan kita dapat menumbuhkan ekonomi kita dalam iklim yang sangat sulit saat ini,” kata Morrison kepada Seven Network.
Australia berkomitmen pada KTT Iklim PBB 2015 untuk mengurangi emisinya sebesar 26%-28% di bawah tingkat 2005 pada 2030.
Namun, para aktivis lingkungan mengatakan target-target itu hampir tidak cukup untuk membantu dunia menjaga pemanasan global ke tingkat yang aman dan diperlukan pemotongan yang jauh lebih besar.
Morrison selanjutnya dikritik karena berusaha mencapai target 2030 dengan menghitung kredit dengan metode akuntansi global yang rumit daripada melalui pengurangan baru.
Sementara itu, emisi karbon nasional Australia rendah jika dibandingkan dengan pencemar utama, ekspor bahan bakarnya dari fosil sebagian besar batu bara menyumbang sekitar 7% dari emisi karbon dunia.
Pemimpin oposisi dari Partai Buruh, Anthony Albanese, mengejek sikap ‘keras kepala’ Morrison dengan menolak ‘mengubah arah’. “Jelas, ini bukan bisnis seperti biasa. Tetapi Morrison tidak mendengarkan,” kata Albanese. (AFP/I-1)
Kapal ternak terbesar dunia MV Al Kuwait kirim 17.000 sapi ke Indonesia. Pakar IPB ungkap alasan ketergantungan impor dan risiko ekonomi Rp11 triliun.
Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Australia mendorong hadirnya pameran wisata yang menawarkan beragam kemudahan, promo menarik, dan inspirasi perjalanan.
Ilmuwan menemukan fosil Megalibgwilia owenii di museum setelah 120 tahun. Penemuan ini mengungkap keberadaan landak semut raksasa di Australia saat Zaman Es.
Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet Republik Indonesia @sekretariat.kabinet.
Presiden Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Selasa (21/4) sore.
Hobi olahraga ini diakui Acha bukan sekadar untuk menjaga penampilan, melainkan demi kesehatan jangka panjang dan menjaga stamina sebagai seorang ibu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved