Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KUBA Kuba kembali resmi memiliki perdana menteri, setelah lebih dari empat puluh tahun posisi tersebut terakhir kali dijabat oleh Fidel Castro. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menunjuk mantan Menteri Pariwisata Kuba, Manuel Marrero, sebagai Perdana Menteri Kuba baru pada Sabtu (21/12/2019).
Penunjukan Marrero tersebut disahkan dengan suara bulat oleh 594 anggota Majelis Nasional Kuba dalam pertemuan akhir tahunan majelis di Havana.
"Proposal (penunjukan) ini telah disetujui oleh biro politik Partai Komunis Kuba," ujar Presiden Miguel Diaz-Canel dihadapan Majelis Nasional Kuba.
Seluruh anggota Majelis Nasional Kuba menyambut penangangkatan Marrero dengan riuhan tepuk tangan. Marrero pun mendapat jabat tangan langsung dari mantan Presiden Kuba Raul Castro yang menjabat sebagai Ketua Partai Komunis Kuba.
Sebelumnya, Marrero menjabat sebagai Menteri Pariwisata Kuba selama 16 tahun sejak 2004. Ia memulai karirnya di pemerintahan sebagai Wakil Presiden Grup Hotel Gaviota yang kuat, milik angkatan bersenjata Kuba pada 1999 lalu. Setahun kemudian ia lalu menjabat sebagai Presiden Grup Hotel Gaviota hingga 2004.
"Sepanjang karirnya (Marrero) telah ditandai dengan kesederhanaan, kejujuran, kapasitas kerja, sensitivitas politik dan kesetiaannya kepada partai dan revolusi," tutur Diaz-Canel.
“Perdana menteri baru telah memimpin industri pariwisata dengan cara yang terpuji, yang merupakan salah satu jalur utama pengembangan ekonomi nasional," tambahnya.
Marrero, 56, diangkat sebagai Perdana Menteri Kuba di bawah konstitusi baru untuk menggantikan piagam era Soviet 1976, yang disetujui melalui pemungutan suara pada Februari lalu. Konstitusi baru tersebut merupakan bagian dari proses desentralisasi dan memperkenalkan masa jabatan bagi presiden hanya dua periode berturut-turut, serta sejumlah restrukturisasi sistem sosial-politik dan ekonomi Kuba.
baca juga:Obok-Obok HAM Korut, Pyongyang: AS akan Bayar Mahal
Sebelumnya, posisi Perdana Menteri Kuba terakhir dipegang oleh revolusioner komunis Amerika Latin, Fidel Castro, sejak 1959 hingga 1976. Namun, jabatan perdana menteri dihapuskan ketika Castro beralih menjabat sebagai Presiden Kuba dari 1976 hingga 2008. Sebelum akhirnya jabatan tersebut berpindah ke saudara adiknya, Raul Castro, yang memimpin Kuba hingga 2018 lalu. (afp/cnn/OL-3)
Presiden AS Donald Trump sebut Kuba negara gagal dan beri sinyal agresi militer usai Iran. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel tegaskan rakyatnya siap melawan.
Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa Washington meyakini kesepakatan dengan Kuba masih dapat dicapai, namun juga menyebut negara itu sebagai "negara yang gagal".
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (27/3), mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan setelah Iran.
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Krisis energi hebat melanda Kuba. 10 juta orang tanpa listrik, demonstrasi pecah di Havana hingga pembakaran markas partai di tengah tekanan blokade AS.
Ketegangan AS-Kuba memuncak. Presiden Díaz-Canel tuduh AS manfaatkan krisis listrik untuk invasi, sementara Trump beri sinyal tindakan segera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved