Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LIMA negara terpilih menjadi anggota baru tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB pada Jumat (7/6). Kelima negara itu akan menjadi anggota untuk masa jabatan 2020-2012.
Dilansir dari laman Prensa Latina, kelima negara tersebut adalah Vietnam, Saint Vincent and the Granadines, Niger, Tunisia, dan Estonia. Proses pemilihan berlangsung di Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.
Estonia menang dengan raihan 132 suara dari zona Eropa, unggul dari negara lain seperti Rumania, Georgia dan Latvia.
Vietnam dari grup Asia Pasifik meraup 192 suara dan akan menduduki kursi Kuwait yang telah menjabat sejak Januari.
Saint Vincent and the Granadines dengan 185 suara mendapat kursi anggota tidak tetap dari grup Amerika Latin dan Karibia.
Di momen-momen akhir, El Salvador sempat mengajukan diri namun hanya mendapat enam suara.
Baca juga: PBB Sebut 4 Juta Warga Mengungsi dari Venezuela
Niger dan Tunisia, masing-masing 191 suara, mendapat kursi dari grup Afrika, yang saat ini diduduki Pantai Gading serta Guinea Equatorial.
Lima negara anggota baru ini akan menduduki posisi di DK PBB pada 1 Januari 2020 dan menjabat hingga 31 Desember 2021.
DK PBB terdiri dari 15 anggota, lima permanen dan sisanya tidak tetap. Lima anggota permanen adalah Rusia, Amerika Serikat Prancis, Inggris dan Tiongkok -- kelimanya memiliki hak veto.
Selama bertahun-tahun, skema anggota permanen dan tidak tetap ini dikecam banyak negara karena dinilai tidak lagi relevan dengan perkembangan global.
Seruan reformasi telah disampaikan di internal DK PBB namun belum mencapai konsensus meski prosesnya telah dimulai lebih dari 20 tahun lalu. (Medcom/OL-2)
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Rusia memveto rancangan resolusi DK PBB terkait Selat Hormuz yang diajukan negara Timur Tengah. Moskow dan Tiongkok siapkan draf tandingan yang lebih seimbang.
Sumber diplomatik juga menyebutkan bahwa perbedaan pandangan tidak hanya terjadi di antara anggota tetap, tetapi juga di antara 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan melakukan voting resolusi Selat Hormuz guna mengamankan jalur navigasi internasional dari ancaman blokade dan serangan.
Mereka juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan penjaga perdamaian.
INDONESIA menyerukan pertemuan darurat DK PBB dan mendesak penyelidikan yang cepat, menyeluruh, serta transparan terkait gugurnya anggota asal Indonesia di UNIFIL.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved