Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARLEMEN Inggris, Selasa (15/1), menolak kesepakatan Brexit yang diajukan Perdana Menteri Theresa May. Penolakan itu memicu mosi tidak percaya terhadap pemerintahan May dan menyebabkan rencana Inggris meninggalkan Uni Eropa (UE) semakin tidak jelas.
Voting di parlemen Inggris menghasilkan 432 melawan 202 menolak rencana May membawa Inggris meninggalkan UE. Itu merupakan kekalahan terbesar pemerintah Inggris di parlemen sepanjang sejarah Inggris modern.
Selepas voting itu, UE langsung memperingatkan bahwa tidak adanya kesepakatan Brexit akan menghasilkan gangguan pada perdagangan, memperlambat perekonomian Inggris, dan menyebabkan kekacauan pada pasar keuangan.
"Jika kesepakatan tidak bisa dicapai dan tidak ada yang menginginkan hal itu, siapa yang memiliki keberanian mengatakan apa solusi dari masalah ini," cicit Presiden UE Donald Tusk.
Pemerintah Irlandia, satu-satunya negara anggota UE yang memiliki perbatasan darat dengan Inggris, mengatakan mereka kini bersiap menghadapi 'Inggris yang kacau'.
Baca juga: Wali Kota Gdansk Akhirnya Meninggal
Beberapa saat setelah parlemen menolak kesepakatan Brexit yang disambut teriakan gemuruh ratusan aktivis anti-Brexit, pemimpin oposisi dari Partai Buruh, Jeremy Corbin, mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan May yang disebutnya sebagai sebuah bencana.
Voting tidak percaya terhadap May dijadwalkan digelar pada Rabu (16/1) pukul 19.00 GMT (Kamis (17/1) pukul 02.00 WIB).
May yang memiliki bersikap lunak mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa mereka berhak mempertanyakan kepemimpiannya dan berjanji akan menggelar lebih banyak perundingan untuk mencapai kesepakatan yang bisa diterima menjelang tenggat Brexit pada 29 Maret mendatang.
PM Inggris itu juga berjanji akan menggelar diskusi dari semua anggota parlemen untuk mengidentifikasi ide yang bisa dijalankan serta mendapatkan dukungan yang memadai.
"Jika pertemuan itu terjadi, pemerintah Inggris akan siap berhadapan dengan UE," ujar May.
Downing Street mengatakan May akan kembali ke parlemen dengan usulan kesepakatan Brexit baru pada Senin (21/1). (AFP/OL-2)
Belanja militer global pada 2025 mencatatkan rekor baru sebesar US$2,89 triliun atau setara Rp49,79 kuadriliun. Lonjakan sebesar 2,9% ini didorong oleh ketidakpastian keamanan global
Dalam wawancara dengan penyiar publik RTVE, Albares menyebut kondisi di Libanon mencerminkan pola yang mengkhawatirkan.
Komisi Eropa juga merekomendasikan pemberian subsidi transportasi umum dan pengurangan PPN pada pompa kalor, boiler, dan panel surya, katanya.
Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Israel melakukan genosida di Gaza dan melancarkan serangan di Libanon dan negara-negara lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved