Presiden ingin Bangun Museum Agung di Monas, Begini Respons Asosiasi Museum

Henri Salomo Siagian
07/11/2026 13:18
Presiden ingin Bangun Museum Agung di Monas, Begini Respons Asosiasi Museum
Ketua Umum AMI Putu Supadma Rudana(dok pribadi)

Asosiasi Museum Indonesia (AMI) menyambut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Museum Agung Nasional (Grand National Museum) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. AMI menilai gagasan tersebut sebagai langkah strategis dan monumental dalam memperkuat ekosistem permuseuman tanah air.

Baca juga: Menteri Kebudayaan Dorong Revitalisasi Museum sebagai Motor Ekonomi Baru

Baca juga: Pameran Waves of Weave di Museum Nasional Tampilkan Wastra 10 Negara ASEAN

Ketua Umum AMI Putu Supadma Rudana mengapresiasi komitmen tinggi Presiden Prabowo dalam menghadirkan ruang edukasi sejarah, kebudayaan, dan peradaban Nusantara yang lebih inklusif bagi masyarakat luas hingga dunia internasional.

Baca juga: Lestari Moerdijat: Museum Adalah Rumah Ingatan dan Infrastruktur Kebangsaan

"Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Prabowo yang memiliki gagasan, pemikiran, dan konsep luhur untuk memuliakan secara menyeluruh perjalanan peradaban Nusantara. Kami menyebutnya sebagai Museum Agung Peradaban Nusantara, sebuah mandala utama peradaban Indonesia sejak masa prasejarah hingga Indonesia modern," ujar Putu di Jakarta, Jumat (6/11). 

Baca juga: Kemenbud dan Danantara Percepat Revitalisasi Museum Nasional

Pimpinan The Rudana Art Institution tersebut menegaskan pemilihan kawasan ikonik Monas sangat tepat karena memiliki nilai historis yang kuat sebagai simbol perjuangan bangsa. Kehadiran Grand National Museum di Monas diharapkan dapat menjadi soul of a nation yang mengubah paradigma museum di Tanah Air.

Menurut Putu, museum tidak boleh lagi sekadar dipandang sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah pasif. Sebaliknya, museum harus bertransformasi menjadi institusi hidup yang menekankan pembelajaran, interaksi, inspirasi, hingga rekreasi sarat nilai yang mampu memikat minat generasi muda dan wisatawan internasional.

"Kami meyakini kehadiran museum ini akan semakin memperkuat peran museum sebagai soko guru bangsa dalam menjaga kepribadian dan jati diri bangsa, sekaligus memuliakan kebudayaan Nusantara," tambahnya.

Pemajuan Kebudayaan

AMI juga menyoroti perhatian besar pemerintah di sektor kebudayaan yang menjadi salah satu mercusuar pencapaian dalam dua tahun terakhir. Langkah tersebut dibuktikan dengan percepatan revitalisasi dan penataan 240 titik museum, cagar budaya, keraton, istana, hingga benteng bersejarah sepanjang tahun 2026 oleh Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinan Fadli Zon.

Menutup pernyataannya, Putu berharap perhatian besar dari Presiden Prabowo ini dapat memicu sinergi lintas sektor—mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga swasta—demi mewujudkan cita-cita besar Indonesia sebagai 'Negeri Beribu Museum'.

Revitalisasi Museum

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta, Kamis (5/11), mengungkapkan Presiden Prabowo menginginkan pembangunan Museum Agung Nasional (Grand National Museum) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sebagai pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi bagi masyarakat. "Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda," kata Teddy.

Pembangunan itu merupakan kelanjutan setelah rampungnya revitalisasi Galeri Nasional di Jalan Medan Merdeka Timur, dan Museum Nasional Indonesia/Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Teddy mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta. Rapat tersebut juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin. Selain pembangunan Museum Agung Nasional, pertemuan itu membahas revitalisasi kawasan Monas dan Stasiun Gambir serta pembangunan jaringan rel kereta api di Pulau Bali.

Menurut Teddy, pembangunan museum dan revitalisasi kawasan Monas bertujuan menjadikan kawasan tersebut lebih nyaman dan indah, sekaligus memperkuat nilai sejarah dan edukasi bagi masyarakat yang berkunjung.

Presiden juga menginginkan peningkatan fasilitas publik melalui program revitalisasi tidak hanya menghasilkan layanan yang lebih baik, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional. "Bapak Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, Stasiun Gambir, dan pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional," ujar Teddy. (Hnr)

 

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya