Golongan Darah A, B, atau AB? Ini Risiko Tersembunyi Penyakit Jantung

Abi Rama
24/4/2026 14:50
Golongan Darah A, B, atau AB? Ini Risiko Tersembunyi Penyakit Jantung
Golongan darah ternyata bisa memengaruhi risiko penyakit jantung. A, B, dan AB disebut lebih berisiko.(Dok. Freepik)

GOLONGAN darah selama ini dikenal penting untuk transfusi. Tapi ternyata, lebih dari itu, golongan darah juga bisa memberi petunjuk soal risiko penyakit serius, termasuk penyakit jantung.

Sejumlah penelitian yang dikutip dari CNET mengungkap, orang dengan golongan darah A, B, dan AB memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan jantung dibandingkan golongan darah O.

Data dari American Heart Association menunjukkan, pemilik golongan darah A dan B punya risiko sekitar 8% lebih tinggi terkena serangan jantung dan 10% lebih tinggi mengalami gagal jantung. Sekilas terlihat kecil, tapi dampaknya bisa besar ketika dikaitkan dengan masalah pembekuan darah.

Risiko Pembekuan Darah Lebih Tinggi

Bukan cuma jantung, risiko gangguan pembekuan darah juga meningkat.

Penelitian menunjukkan:

  • Risiko deep vein thrombosis (DVT) naik hingga 51%
  • Risiko emboli paru meningkat sekitar 47%
  • Kedua kondisi ini berbahaya karena bisa memicu komplikasi serius, termasuk penyakit jantung.

Ahli hematologi dari Penn Medicine, Douglas Guggenheim, menjelaskan bahwa faktor peradangan kemungkinan jadi penyebab utama.

“Protein pada golongan darah A dan B dapat memicu penyumbatan atau penebalan pembuluh darah,” jelasnya.

Golongan Darah O Lebih Aman? Tidak Sepenuhnya

Pemilik golongan darah O memang cenderung punya risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung dan pembekuan darah.

Namun, ada sisi lain yang perlu diwaspadai.

Golongan darah O justru lebih rentan mengalami perdarahan, terutama saat cedera berat atau setelah melahirkan. Hal ini terjadi karena darah lebih lambat membeku.

Selain itu, studi lain juga menemukan bahwa golongan darah AB berpotensi memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kognitif, seperti penurunan daya ingat.

Gaya Hidup Tetap Jadi Penentu Utama

Meski golongan darah bisa memberi gambaran risiko, para ahli menegaskan bahwa faktor terbesar tetap gaya hidup.

Pola makan sehat, rutin olahraga, dan menjaga tekanan darah tetap stabil jauh lebih berpengaruh dibandingkan golongan darah.

“Tidak ada pola khusus berdasarkan golongan darah. Diet sehat untuk jantung tetap sama untuk semua orang,” kata Guggenheim.

Ia juga menegaskan, tidak ada jaminan aman hanya karena memiliki golongan darah tertentu. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya