7 Dampak Buruk Duduk Terlalu Lama yang Jarang Disadari

Asha Bening Rembulan
08/4/2026 20:35
7 Dampak Buruk Duduk Terlalu Lama yang Jarang Disadari
Dampak Buruk Duduk Terlalu Lama yang Jarang Disadari.(Freepik)

LEBIH dari separuh masyarakat modern menghabiskan waktu duduk lebih dari enam jam setiap hari. Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya terhadap kesehatan bisa sangat serius.

Saat duduk, tubuh membakar energi jauh lebih sedikit dibanding saat berdiri atau bergerak. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan metabolisme, seperti peningkatan tekanan darah, kadar gula tinggi, hingga risiko penyakit jantung dan kanker. Bahkan, duduk terlalu lama juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini.

Berikut tujuh tanda tubuh mengalami dampak dari kebiasaan duduk berlebihan:

1. Pembengkakan Kaki dan Tungkai

Duduk terlalu lama dapat menyebabkan penumpukan cairan di kaki (edema). Dalam kasus ekstrem, kondisi ini bisa memicu pembekuan darah.

Penumpukan cairan juga dapat berpindah ke bagian tubuh atas, meningkatkan tekanan darah, mengganggu pernapasan, hingga kualitas tidur.

2. Nyeri Pinggul dan Punggung

Tekanan terus-menerus pada area panggul saat duduk dapat memicu nyeri di pinggul dan punggung bawah. Posisi duduk yang buruk juga memperparah tekanan pada saraf, otot, dan tulang belakang.

3. Kenaikan Berat Badan

Kurangnya aktivitas fisik membuat pembakaran kalori menurun drastis. Akibatnya, risiko kenaikan berat badan hingga obesitas menjadi lebih tinggi.

4. Postur Tubuh Membungkuk

Duduk lama, terutama dengan posisi tidak ergonomis, dapat melemahkan otot inti dan punggung atas. Akibatnya, tubuh cenderung membungkuk dengan bahu turun dan kepala maju ke depan.

5. Melemahnya Otot Kaki dan Bokong

Jarangnya penggunaan otot tubuh bagian bawah membuat kekuatan dan stabilitas tubuh menurun. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi mobilitas.

6. Varises dan Gumpalan Darah

Sirkulasi darah yang terhambat saat duduk lama dapat menyebabkan kaki pegal, lelah, hingga varises. Dalam kondisi serius, dapat terjadi trombosis vena dalam (DVT), yaitu pembekuan darah di kaki atau paha.

7. Kelelahan Mental

Kurangnya aliran darah ke otak saat duduk terlalu lama dapat menurunkan energi dan konsentrasi. Bahkan, kondisi ini juga berkaitan dengan meningkatnya risiko kecemasan dan depresi.

Cara Mengurangi Risiko Duduk Terlalu Lama

Penelitian menunjukkan bahwa duduk lebih dari delapan jam tanpa aktivitas fisik memiliki risiko kesehatan setara dengan obesitas dan merokok. Namun, dampak ini bisa ditekan dengan aktivitas fisik selama 60-75 menit per hari.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Bergerak ringan setiap 30 menit selama 1-2 menit
  • Berdiri saat menonton TV atau menerima telepon
  • Melakukan peregangan ringan di sela aktivitas
  • Menggunakan meja kerja berdiri (standing desk)

Pada dasarnya, setiap gerakan kecil memberikan manfaat. Aktivitas fisik tidak hanya membantu membakar kalori, tetapi juga memperkuat otot dan menjaga kesehatan mental. (Mayo Clinic, Healthshots/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya