Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari separuh masyarakat modern menghabiskan waktu duduk lebih dari enam jam setiap hari. Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya terhadap kesehatan bisa sangat serius.
Saat duduk, tubuh membakar energi jauh lebih sedikit dibanding saat berdiri atau bergerak. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan metabolisme, seperti peningkatan tekanan darah, kadar gula tinggi, hingga risiko penyakit jantung dan kanker. Bahkan, duduk terlalu lama juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini.
Berikut tujuh tanda tubuh mengalami dampak dari kebiasaan duduk berlebihan:
Duduk terlalu lama dapat menyebabkan penumpukan cairan di kaki (edema). Dalam kasus ekstrem, kondisi ini bisa memicu pembekuan darah.
Penumpukan cairan juga dapat berpindah ke bagian tubuh atas, meningkatkan tekanan darah, mengganggu pernapasan, hingga kualitas tidur.
Tekanan terus-menerus pada area panggul saat duduk dapat memicu nyeri di pinggul dan punggung bawah. Posisi duduk yang buruk juga memperparah tekanan pada saraf, otot, dan tulang belakang.
Kurangnya aktivitas fisik membuat pembakaran kalori menurun drastis. Akibatnya, risiko kenaikan berat badan hingga obesitas menjadi lebih tinggi.
Duduk lama, terutama dengan posisi tidak ergonomis, dapat melemahkan otot inti dan punggung atas. Akibatnya, tubuh cenderung membungkuk dengan bahu turun dan kepala maju ke depan.
Jarangnya penggunaan otot tubuh bagian bawah membuat kekuatan dan stabilitas tubuh menurun. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi mobilitas.
Sirkulasi darah yang terhambat saat duduk lama dapat menyebabkan kaki pegal, lelah, hingga varises. Dalam kondisi serius, dapat terjadi trombosis vena dalam (DVT), yaitu pembekuan darah di kaki atau paha.
Kurangnya aliran darah ke otak saat duduk terlalu lama dapat menurunkan energi dan konsentrasi. Bahkan, kondisi ini juga berkaitan dengan meningkatnya risiko kecemasan dan depresi.
Penelitian menunjukkan bahwa duduk lebih dari delapan jam tanpa aktivitas fisik memiliki risiko kesehatan setara dengan obesitas dan merokok. Namun, dampak ini bisa ditekan dengan aktivitas fisik selama 60-75 menit per hari.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
Pada dasarnya, setiap gerakan kecil memberikan manfaat. Aktivitas fisik tidak hanya membantu membakar kalori, tetapi juga memperkuat otot dan menjaga kesehatan mental. (Mayo Clinic, Healthshots/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved