Kemendukbangga: Hari Kartini jadi Momentum Tekan Angka Kematian Ibu

Putri Rosmalia Octaviyani
21/4/2026 17:58
Kemendukbangga: Hari Kartini jadi Momentum Tekan Angka Kematian Ibu
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini merupakan momentum krusial untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan kesehatan perempuan, khususnya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), AKI di Indonesia saat ini masih berada di kisaran 189 per 100 ribu kelahiran hidup. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat kematian ibu tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menyatakan bahwa visi Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari penguatan unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga, dengan ibu sebagai pilar utamanya.

"Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, semuanya dimulai dari unit yang terkecil, yaitu keluarga, terutama ibu," ujar Isyana di Jakarta, Selasa (21/4).

Inisiatif Strategis dan Kolaborasi POGI

Guna mengatasi persoalan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB), Kemendukbangga menjalin sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan organisasi profesi. Salah satu langkah konkret adalah kolaborasi dengan POGI dalam edukasi kesehatan serta peningkatan kompetensi petugas lapangan.

Isyana juga menyoroti pentingnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai instrumen deteksi dini risiko kesehatan pada ibu hamil. Selain itu, ia memberikan apresiasi atas peluncuran Rumah Perempuan Indonesia (R-PRIN) oleh POGI tepat di Hari Kartini.

Edukasi Remaja dan Peran Ayah

Selain fokus pada penanganan medis, Kemendukbangga juga menggerakkan inisiatif preventif melalui edukasi perencanaan kehamilan bagi remaja. Isyana menekankan bahwa pengetahuan sejak dini sangat penting agar generasi muda memahami langkah-langkah kesehatan yang harus direncanakan di masa depan.

Tak hanya peran ibu, Kemendukbangga juga memperkuat peran laki-laki melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini bertujuan memperkuat pola pengasuhan kolektif dalam keluarga.

"Kolaborasi antara ayah dan ibu di rumah sejak dini inilah yang kemudian bisa membentuk anak-anak Indonesia. Tidak hanya remaja putri, tapi remaja putra juga harus paham tentang apa yang menjadi kebutuhan perempuan," pungkas Isyana.

Melalui integrasi program kesehatan dan penguatan peran keluarga, pemerintah optimistis kualitas sumber daya manusia Indonesia akan meningkat seiring dengan penurunan signifikan angka kematian ibu dan bayi di tanah air. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya