Apresiasi Konektivitas Digital 2026: Penghargaan bagi Penggerak Akses hingga Pelosok

Akmal Fauzi
17/4/2026 22:39
Apresiasi Konektivitas Digital 2026: Penghargaan bagi Penggerak Akses hingga Pelosok
Malam puncak Apresiasi Konektivitas Digital 2026(Istimewa)

MENTERI Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menekankan krusialnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pemerataan konektivitas digital di seluruh pelosok Indonesia.

Pesan tersebut disampaikannya dalam malam puncak Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang diselenggarakan oleh detikcom. Ajang ini merupakan bentuk penghormatan bagi instansi, komunitas, hingga individu yang gigih memperluas akses digital, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Penghargaan ini menyoroti peran strategis pemerintah daerah, lembaga, serta penggerak di tingkat akar rumput dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif.

"Ini untuk menunjukkan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, kita perlu kerja sama dengan banyak pihak," ujar Meutya, Jumat (17/4).

Meutya juga memberikan apresiasi khusus kepada detikcom atas proses kurasi yang dilakukan terhadap para penerima penghargaan.

"Saya terima kasih kepada detikcom yang memang sudah mengkurasi dengan luar biasa, kita memang punya kemampuan untuk membangun konektivitas, tapi teman-teman media khususnya detikcom ini yang paling mampu untuk mengkurasi," imbuhnya.

Ia berharap sinergi ini terus terjaga demi masa depan digital Indonesia. "Mudah-mudahan kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat bisa terus berjalan mengawal agar konektivitas kita semakin baik lagi,” ujarnya.

Sementaa itu, Pemimpin Redaksi detikcom, Alfito Deannova Ginting mengatakan apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan atas upaya besar yang selama ini dilakukan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan akses digital yang inklusif.

“Dengan ketegunan dan komitmen, mereka hadirkan akses menuju dunia yang lebih luas, menjangkau daerah tertinggal, terdepan, bahkan terluar. Melalui jejak yang ditelusuri dari testimoni yang bersuara, dokumen yang bercerita, hingga riuh rendah media dan denyut sosial, kami menemukan mereka yang konsisten, berdampak, dan menggerakkan perubahan nyata bagi kemajuan Indonesia.” ujar Alfito.

Ia menambahkan, ajang ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi berbagai pihak untuk terus berkontribusi dalam pembangunan konektivitas digital nasional.

Lebih lanjut, Alfito menegaskan konektivitas digital memiliki peran strategis dalam membuka peluang dan mendorong kemajuan bangsa.

Dorong Semangat Kolaborasi dan Edukasi Digital

Dewan Juri Apresiasi Konektivitas Digital 2026 sekaligus Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif, menilai ajang ini menjadi penyemangat bagi para pemangku kepentingan yang selama ini berjuang dalam pengembangan infrastruktur digital.

“Ini penyemangat bagi stakeholder yang sudah berjuang untuk benar-benar memperjuangkan konektivitas digital Indonesia, khususnya di infrastruktur,” ujarnya.

 Sementara itu, Dewan Juri yang juga Widyaiswara Utama Pusdiklat Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dwi Cahyarin, menekankan pentingnya peran para penggerak di lapangan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya konektivitas digital.

"Yang sangat penting adalah para pihak ini yang mentrigger ataupun mendorong masyarakat sekitarnya untuk memahami, istilahnya mengetahui bagaimana konetivitas kita ini sangat penting," jelasnya.

Proses Penjurian

Penilaian dalam ajang ini dilakukan oleh dewan juri dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, hingga profesional. Proses seleksi dilakukan secara ketat terhadap ratusan kandidat dengan mempertimbangkan kontribusi nyata di lapangan.

 Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital selaku Dewan Juri Apresiasi Konektivitas Digital 2026, Arief Tri Hardiyanto  menegaskan bahwa proses penjurian dilakukan secara objektif dan berbasis data yang dapat diverifikasi.

 "Kalau bicara objektivitas dalam praktiknya nanti, proses penilaian berbasis data, berbasi fakta, berbasis informasi yang bisa diverifikasi gitu. Mungkin juga yang pengendaliannya adalah kita tidak berhubungan ya langsung dengan peserta gitu," ujarnya.

 

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya