Influenza Kini Tercatat 1 Miliar Kasus Tiap Tahunnya di Seluruh Dunia

Despian Nurhidayat
16/4/2026 09:33
Influenza Kini Tercatat 1 Miliar Kasus Tiap Tahunnya di Seluruh Dunia
Ilustrasi.(freepik)

DATA Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025 mencatat sekitar satu miliar kasus influenza terjadi setiap tahun di seluruh dunia, dengan tiga juta hingga lima juta kasus tergolong berat.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung upaya pencegahan influenza dengan memastikan setiap vaksin yang beredar memenuhi standar mutu, keamanan, dan khasiat melalui proses evaluasi yang ketat dan tepat waktu.

"BPOM mendukung percepatan akses masyarakat terhadap produk kesehatan yang dibutuhkan, termasuk vaksin, melalui proses registrasi yang transparan, akuntabel, dan berbasis sains. Sinergi dengan industri farmasi menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan produk yang aman dan berkualitas," ujar Taruna, dilansir dari keterangan resmi, Kamis (16/4). 

Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica, Raymond Tjandrawinata, menambahkan, vaksinasi influenza merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang terbukti efektif. Berbagai studi menunjukkan vaksinasi dapat mengurangi risiko rawat inap akibat komplikasi influenza hingga 40-60 persen, terutama pada populasi berisiko tinggi.

"Influenza seringkali dianggap ringan, namun dampaknya signifikan, terutama bagi lansia, anak-anak, serta individu dengan penyakit kronis. Dengan vaksinasi, kita dapat menurunkan angka kejadian, komplikasi, hingga beban sistem kesehatan secara keseluruhan terlebih menurut data WHO angka kematian terkait gangguan pernapasan mencapai sekitar 290 ribu hingga 650 ribu kasus setiap tahunnya,'papar dia.

Penularan influenza terjadi melalui droplet saat batuk atau bersin, serta kontak dengan benda yang terkontaminasi. Gejalanya muncul mendadak seperti demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta kelelahan dengan tingkat keparahan bervariasi.

Pada individu sehat, influenza umumnya dapat pulih dengan terapi suportif, istirahat, dan perbaikan nutrisi. Namun, pada kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis, infeksi dapat berkembang menjadi lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi.

Penanganan influenza disesuaikan dengan kondisi klinis pasien. Sebagian besar kasus ringan hingga sedang ditangani secara suportif. Sementara pada kasus yang lebih berat atau pada kelompok berisiko tinggi, terapi antivirus dapat dipertimbangkan untuk mengurangi durasi penyakit sekaligus mencegah komplikasi lebih lanjut.

Secara ilmiah, virus influenza termasuk dalam famili Orthomyxoviridae dan terdiri dari empat tipe, yaitu A, B, C, dan D. Di antara keempatnya, tipe A dan B merupakan penyebab utama influenza musiman pada manusia. Virus tipe A bersifat lebih dominan dan berpotensi menyebabkan pandemi, sedangkan tipe B menyumbang sekitar 15-30 persen kasus dengan risiko pandemi yang lebih rendah.

Vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif dalam pencegahan influenza. Vaksin influenza telah digunakan selama lebih dari enam dekade dengan profil keamanan dan efektivitas yang baik. Karena virus terus bermutasi dan kekebalan dapat menurun, vaksinasi tahunan direkomendasikan dengan komposisi yang diperbarui berdasarkan surveilans global.

Vaksinasi Quadrivalent dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap empat strain virus influenza yang direkomendasikan oleh WHO. Varian SH telah disesuaikan dengan rekomendasi WHO 2024, sementara varian NH mengikuti rekomendasi terbaru untuk musim 2025-2026.

Pendekatan quadrivalent ini memberikan cakupan perlindungan yang lebih luas dibandingkan vaksin trivalen, karena mencakup dua strain influenza A (H1N1 dan H3N2) serta dua strain influenza B dari garis keturunan berbeda. Hal ini menjadi penting mengingat virus influenza terus mengalami mutasi dan perubahan strain setiap tahunnya, yang dapat memengaruhi efektivitas perlindungan. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya