Cara Mengurangi Plastik Sekali Pakai dan Kaitan dengan Minyak Bumi

Basuki Eka Purnama
10/4/2026 17:48
Cara Mengurangi Plastik Sekali Pakai dan Kaitan dengan Minyak Bumi
Pedagang menata kantong plastik yang dijual di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Kamis (2/4/2026).(ANTARA/Putra M. Akbar)

KERTEGANTUNGAN global terhadap sektor ekstraktif, khususnya minyak bumi, kini menjadi sorotan tajam di tengah dinamika geopolitik dunia. Namun, minyak bumi bukan sekadar urusan bahan bakar mesin (BBM). Produksi plastik sekali pakai yang masif juga menjadi penyumbang utama tingginya konsumsi komoditas tersebut.

Pegiat lingkungan dari Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi, menegaskan bahwa situasi geopolitik saat ini seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat untuk segera beralih dari gaya hidup konsumtif plastik. Menurutnya, plastik sekali pakai memiliki keterkaitan erat dengan industri minyak bumi sebagai bahan baku utamanya.

"Situasi geopolitik yang terjadi saat ini menjadi pengingat jelas bahwa ketergantungan kita terhadap sektor ekstraktif seperti minyak bumi sangatlah tinggi. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan BBM, namun juga terhadap produksi plastik sekali pakai," ujar Atha, dikutip Jumat (10/4).

Langkah Sederhana Memulai Perubahan

Atha menjelaskan bahwa upaya menjaga alam bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Membawa wadah guna ulang saat berbelanja atau membeli makanan dan minuman adalah salah satu cara paling efektif untuk memutus rantai penggunaan plastik.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk mulai berani menolak perlengkapan makan sekali pakai yang sering dianggap sepele namun berdampak besar bagi lingkungan.

"Menolak penggunaan sedotan atau styrofoam bisa menjadi langkah awal yang mudah. Jika mulai terbiasa, kita bisa lakukan pemilahan sampah di rumah," tambahnya.

Membangun Kebiasaan Baru

Senada dengan Atha, Tiza Mafira dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menyoroti pentingnya membangun kebiasaan baru dalam aktivitas sehari-hari. Ia melihat tren positif di berbagai daerah yang telah menerapkan larangan kantong plastik (kresek), yang secara perlahan memaksa masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri.

Tiza menyarankan agar masyarakat lebih proaktif, terutama saat berbelanja bahan makanan basah di pasar dengan membawa kotak makan sendiri. Selain itu, ia mendorong penggunaan sistem isi ulang (refill) untuk produk perawatan diri dan rumah tangga.

Berikut adalah rangkuman panduan praktis pengurangan plastik sekali pakai berdasarkan saran para ahli lingkungan:

Kategori Aktivitas Tindakan Pengurangan Plastik
Berbelanja Umum Membawa tas belanja guna ulang (reusable bag).
Konsumsi Makanan/Minuman Membawa botol minum (tumblr), wadah makan sendiri, dan menolak sedotan/styrofoam.
Belanja Bahan Dapur Membeli bahan secara curah tanpa kemasan plastik tambahan.
Perawatan Diri (Personal Care) Memilih produk dengan sistem isi ulang (refill).
Manajemen Limbah Rumah Tangga Melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik di rumah.

Dengan mengadopsi langkah-langkah tersebut, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada kelestarian lingkungan, tetapi juga membantu mengurangi tekanan terhadap eksploitasi sumber daya alam ekstraktif yang kian terbatas. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya