Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING dengan pesatnya perkembangan teknologi, kebutuhan akan talenta di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin meningkat di berbagai sektor. Di sisi lain, isu keberlanjutan juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, yang kini tidak hanya dituntut inovatif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap aspek lingkungan, sosial, dan etika.
Kecerdasan buatan juga membawa dampak di berbagai bidang sekaligus disrupsi. Untuk itu, kemampuan menguasai kecerdasan buatan menjadi bekal penting yang harus dikuasai oleh banyak pihak dalam menghadapi tantangan dunia global saat ini.
Menurut Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Andrey Andoko, kecerdasan buatan merupakan teknologi baru yang hadir di tengah masyarakat dan berkembang cukup pesat. Sehingga dibutuhkan talenta-talenta muda yang mampu menjawab tantangan akan kebutuhan sumber daya manusia yang mumpuni dalam menghadapi dunia industri sekarang.
"Pemahaman akan AI ini tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga menekankan konsep Sustainable Artificial intelligence yang berkelanjutan serta relevan dengan kebutuhan industri," ungkap Andrey saat peluncuran Program Studi Sarjana (S1) AI UMN di Jakarta, Kamis (9/4).
"Pengetahuan mengenai kecerdasan buatan menjadi penting untuk dikuasai secara mendalam. Sehingga bisa
melahirkan ahli-ahli yang dapat berkontribusi untuk pengembangan produktivitas industri maupun bisnis. Tak hanya itu, ia juga berharap nantinya calon mahasiswa dapat berkontribusi dan berdampak bagi masyarakat luas," ujarnya menambahkan.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Friska Natalia menegaskan bahwa Program Studi AI UMN dirancang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapan nyata yang berkelanjutan.
"Program studi ini tidak semata-mata mempelajari konsep dan teori Artificial Intelligence saja, tetapi juga menekankan Sustainable Artificial Intelligence. Di mana teknologi AI digunakan tidak hanya karena kemajuan dan kecanggihannya saja, tapi juga menekankan pada tanggung jawab serta kode etik. Dengan pendekatan sustainable AI diharapkan nantinya mahasiswa dapat memberikan dampak berkelanjutan baik secara sosial maupun lingkungan pada masyarakat." papar Friska.
Ia juga memaparkan kolaborasi antara Program Studi Sarjana Kecerdasan Buatan yang sudah resmi terjalin, yakni kolaborasi program International Acceleration bersama Chang Gung University, Taiwan. Program ini tidak hanya menekankan pada pembelajaran saja, tapi juga memberikan pengalaman global pada mahasiswa.
“Melalui kolaborasi bersama Chang Gung University, Taiwan, mahasiswa dapat menempuh studi 3 tahun di UMN + 1 tahun di Chang Gung University tanpa biaya tambahan dan hanya tuition fee di UMN. Lewat program tersebut, mahasiswa juga bisa menambah 1 tahun lagi di Chang Gung University untuk menyelesaikan program Magister, sehingga dengan total waktu 5 tahun mahasiswa bisa mendapatkan gelar Sarjana dan Magister”, jelasnya.
Secara resmi Program Studi Sarjana AI ini akan dibuka pada semester ganjil 2026/2027, sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan teknologi di masa depan. Secara akademik, mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi di bidang AI, tetapi juga perspektif inovatif, berkelanjutan, kritis, kreatif, serta pengetahuan mendalam tentang kebutuhan manusia di bidang AI.
Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UMN, Niki Prastomo menjelaskan bahwa pembelajaran difokuskan pada penguasaan AI berbasis ICT, analisis data, pengembangan solusi berbasis AI yang aplikatif di industri, serta penerapan prinsip keberlanjutan.
“Dari sisi berkelanjutan, kami juga menekankan pada aspek keberlanjutan seperti efisiensi energi, tanggung jawab sosial, dan transparansi dalam pengembangan sistem AI, sehingga kami menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi”, jelas Niki.
Pembelajaran Program Studi AI di UMN juga akan berfokus pada berbagai hal, mulai dari pembelajaran berbasis proyek, magang, dan riset terapan bersama industri, orientasi technopreneurship, dan jejaring internasional bersama mitra perguruan tinggi terkait pertukaran pelajar hingga joint research.
Memiliki kurikulum yang dirancang untuk tetap relevan di masa depan dan di berbagai sektor, mulai dari energi, kesehatan, dan sosial. Secara teknis, nantinya kurikulum akan fokus pada fondasi AI, yakni Machine Learning, Deep Learning, NLP, dan Multi-Agent Systems.
Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dan inklusif, UMN terus menginisiasi berbagai program untuk masyarakat luas. Kali ini dengan membuka Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yakni program skema pengakuan terhadap capaian pembelajaran mahasiswa, baik yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja. RPL ini berlaku untuk Program Pembelajaran Jarak Jauh Ilmu Komunikasi (PJJIK) dan Magister Manajemen Teknologi (MMT).
Pembukaan RPL ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang sudah memiliki pengalaman bekerja dan keahlian tertentu yang relevan dengan dua program studi di UMN, di antaranya PJJIK dan MMT. Pengalaman bekerja dan keahlian yang relevan nantinya bisa diakui dengan mata kuliah tertentu, sehingga bisa menyelesaikan perkuliahan lebih singkat dengan biaya yang lebih murah.
Menurut Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Andrey Andoko, kehadiran RPL ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi bagi para profesional. Dirancang untuk meningkatkan partisipasi calon mahasiswa, terutama mereka yang telah memiliki pengalaman kerja maupun riwayat pendidikan sebelumnya yang belum terselesaikan.
"Dengan RPL diharapkan dapat mendukung mereka di perusahaan dalam pengembangan karier ataupun menjawab tantangan yang dihadapi dalam dunia kerja maupun bisnis," ujar Andrey.
Ungkapan yang sama disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Friska Natalia, bahwa program ini kami rancang untuk calon mahasiswa yang ingin mengikuti pembelajaran di UMN, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman kerja, pendidikan formal, maupun pendidikan sebelumnya yang tidak tamat. Sehingga memungkinkan calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
"Dua program studi PJJIK dan MMT ini memiliki karakteristik, di mana banyak mahasiswa sudah memiliki pengalaman di dunia kerja, sehingga pengalaman ini nantinya dapat dikonversi dengan jumlah minimal Satuan Kredit Semester (SKS) dan tentunya calon mahasiswa masih wajib memenuhi maksimal SKS," ungkap Friska.
Dekan Fakultas Bisnis UMN sekaligus Direktur RPL, Prio Utomo memaparkan bahwa Program RPL merupakan bagian dari komitmen UMN dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang sejalan dengan konsep pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learner).
“Lebih dari itu, kami melihat banyaknya masyarakat yang memiliki kompetensi yang kuat, sehingga diperlukan mekanisme formal untuk mengakui dan menyetarakan kompetensi tersebut secara akademik. Nanti calon mahasiswa akan melewati beberapa tahap, mulai dari asesmen berbasis portofolio, wawancara, hingga evaluasi kompetensi dengan sistem transparan dan penjaminan mutu yang terukur,” jelas Prio.
Program RPL ini memiliki sedikit perbedaan dengan program reguler, mengingat durasi studi yang lebih cepat dengan waktu yang fleksibel, sehingga calon mahasiswa tidak perlu memulai studi dari awal namun menempatkan pengalaman kerja, maupun studi formal dan informal sebagai proses pembelajaran yang sah dan terukur secara akademik.
(P-4)
DINAMIKA ekonomi global yang semakin kompleks mendorong pelaku usaha mempercepat transformasi digital sebagai strategi menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis.
ChatGPT Images 2.0 OpenAI populer di Indonesia. Simak tren penggunaan, fitur terbaru, hingga panduan membuat stiker dan foto nostalgia SMA 90-an.
Google resmi meluncurkan fitur Personal Intelligence untuk Gemini di Indonesia. Hubungkan Gmail dan Google Photos dengan aman untuk asisten AI yang lebih cerdas.
BEBERAPA tahun lalu, mengirim email dengan tata bahasa dan ejaan yang sempurna adalah simbol profesionalisme, kecerdasan, dan ketelitian.
BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri sebagai Guru Besar. Ia memperkenalkan konsep Audit 5.0 yang memadukan kecerdasan buatan dan nurani manusia.
Google Indonesia melantik 2.000 mahasiswa GSA 2026 dari 81.000 pendaftar. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital dan penggunaan AI di kampus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved