Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) pada Kamis (9/4). Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak tahap paling awal melalui pendidikan dan pengasuhan anak usia dini (PAUD).
Dokumen yang digagas bersama Sekretariat ASEAN dan Sekretariat SEAMEO ini hadir sebagai respons atas masih beragamnya akses dan mutu layanan anak usia dini di negara-negara Asia Tenggara. Perbedaan kapasitas fiskal, kualitas tenaga pendidik, hingga infrastruktur pendidikan menjadi tantangan yang membutuhkan solusi kolaboratif lintas negara.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa roadmap ECCE merupakan bentuk komitmen bersama negara-negara ASEAN dan mitra dalam memperkuat layanan pendidikan sekaligus perlindungan anak usia dini.
"ECCE yang merupakan bagian dari program kerja sama negara-negara ASEAN dan juga negara-negara mitra dalam rangka memberikan layanan dan juga pendidikan anak-anak usia dini. Oleh karena itu, program ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia terutama yang berkaitan dengan layanan pendidikan dan juga pemberian perlindungan bagi anak-anak usia dini," kata Abdul Mu’ti di Jakarta, Kamis (9/4).
Ia menambahkan, peluncuran roadmap ini sejalan dengan program prioritas nasional, seperti wajib belajar 13 tahun yang dimulai sejak taman kanak-kanak, serta program makan bergizi gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak, baik di pendidikan formal maupun prasekolah.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto menjelaskan bahwa peluncuran roadmap ini menandai dimulainya implementasi bersama di seluruh negara anggota ASEAN.
"Launching ini artinya kita mulai melaksanakan secara bersama-sama roadmap antara ASEAN dan SEAMEO, ada 11 negara anggota yang ikut terlibat di dalamnya dan ikut akan melaksanakan roadmap ini. Roadmap ini sebetulnya inisiasi dari Indonesia pada saat Indonesia menjadi chairman di ASEAN-SEAMEO Declaration di tahun 2023 dan dilanjutkan di tahun 2024 yang dimotori oleh SEAMEO CECCEP (Centre for Early Childhood Care Education and Parenting)," ujar Gogot.
Ia menjelaskan, SEAMEO CECCEP menjadi motor penggerak implementasi roadmap ini, dengan dukungan berbagai mitra seperti UNESCO, UNICEF, Tanoto Foundation, serta jaringan akademisi dan praktisi. Menurutnya, roadmap ECCE memuat tujuh fokus utama yang harus dipenuhi dalam layanan pendidikan anak usia dini.
"Roadmap ini berisi 7 hal yang penting yang harus diberikan kepada anak usia dini. Mulai dari peningkatan layanan akses, kemudian layanan pembelajarannya, kemudian yang ketiga adalah penguatan sumber daya manusianya, guru, kepala sekolah, pengawas, termasuk day care-nya, termasuk juga partnership dengan semua mitra, khususnya di Indonesia karena lembaga PAUD ini kebanyakan 95% swasta, jadi harus kita libatkan kemitraan," jelasnya.
Selain itu, roadmap juga menekankan pentingnya pemberdayaan orang tua dalam pengasuhan anak.
"Kemudian ada empowering parents, parenting, karena parenting dan caregiver harus terlibat di dalam pendidikan anak usia dini sejak TPA, KB, dan TK," lanjutnya.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu fokus utama. Pemerintah, kata Gogot, telah mendistribusikan perangkat papan interaktif digital ke puluhan ribu lembaga PAUD di seluruh Indonesia.
"Kemudian yang tidak kalah penting adalah pemanfaatan teknologi, kita sudah memberikan perangkat interaktif digital di 64 ribu lembaga PAUD di seluruh Indonesia. Harapannya tahun ini akan ditambahkan lagi sekitar 120 ribu," ungkapnya.
Tak kalah penting, roadmap ini juga mendorong penguatan pendanaan pendidikan anak usia dini melalui berbagai sumber.
"Kemudian juga ada namanya penggalangan pendanaan, sumber pendanaan untuk PAUD. PAUD juga sudah bisa didanai dari berbagai sumber, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun desa," tambah Gogot.
Lebih lanjut, Direktur SEAMEO, Habibah Abdul Rahim menegaskan bahwa roadmap ECCE merupakan turunan dari deklarasi regional yang menjadi tonggak komitmen bersama negara-negara Asia Tenggara dalam memperkuat pendidikan anak usia dini.
"Sebagaimana telah disampaikan, roadmap ini bermula dari Declaration of Early Childhood Care and Education di Asia Tenggara, yang kemudian diterjemahkan menjadi sebuah peta jalan yang dikembangkan bersama oleh ASEAN dan SEAMEO. Oleh karena itu, roadmap ini sangat penting, karena pendidikan anak usia dini bukan sekadar investasi, melainkan merupakan fondasi utama dalam pembentukan anak sejak tahap awal kehidupan," ujar Habibah.
Ia menambahkan, roadmap ini menjadi dasar bagi negara-negara di kawasan untuk menunjukkan komitmen masing-masing, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Peta jalan bersama ini menyediakan dasar bagi kawasan untuk menunjukkan komitmen masing-masing terhadap pendidikan anak usia dini. Selain itu, roadmap ini tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan semata, tetapi juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak. Hal ini dikarenakan upaya memperkuat pendidikan anak usia dini memerlukan kerja sama lintas sektor dan pemangku kepentingan," ucapnya.
Menurutnya, fondasi pendidikan sejak usia dini akan menentukan keberhasilan pembelajaran di masa depan serta kualitas sumber daya manusia di kawasan.
"Dengan demikian, roadmap ini memberikan landasan, sebagaimana telah disebutkan, bagi kita untuk bersama-sama membangun anak sejak usia dini. Fondasi ini sangat penting bagi proses pembelajaran, keberhasilan peserta didik, serta bagi pembentukan individu yang kelak menjadi bagian dari tenaga kerja di negara masing-masing maupun di kawasan Asia Tenggara," tuturnya.
Dengan peluncuran roadmap ECCE ini, Indonesia menegaskan perannya sebagai penggagas sekaligus motor penggerak kolaborasi regional. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas pendidikan anak usia dini di Asia Tenggara dan memperkuat fondasi generasi masa depan kawasan secara berkelanjutan. (H-2)
IDAI mendorong daycare mematuhi regulasi PAUD dan standar nasional untuk mencegah kekerasan anak serta memastikan tumbuh kembang yang optimal.
Upaya membangun sumber daya manusia (SDM) nasional yang berdaya saing tak akan pernah tuntas selama akses pendidikan anak usia dini (PAUD) masih timpang.
Kolaborasi ini bertujuan memutus sekat informasi dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas melalui konten edukasi yang ringan dan menghibur.
Program tersebut nantinya jika memang memberikan dampak yang nyata akan dibuatkan sebagai program nasional oleh pemerintah.
Kegiatan yang diikuti oleh 500 anak perwakilan dari 250 lembaga sekolah se-Kota Kediri tersebut diisi dengan bernyanyi dan melakukan sejumlah permainan motorik.
ISTRI Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembentukan karakter.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved