Archworks X Angkat Isu Ruang dan Identitas, Hadirkan Arsitektur ke Ruang Publik

Media Indonesia
09/4/2026 14:12
Archworks X Angkat Isu Ruang dan Identitas, Hadirkan Arsitektur ke Ruang Publik
Archworks X berlangsung pada 6 April hingga 1 Mei 2026 di Universita Pembangunan Jaya, Bintaro, Tanggerang Selatan.(Dok. UPJ)

Di tengah perkembangan kota yang semakin cepat, ruang tidak lagi sekadar menjadi wadah aktivitas, tetapi juga membentuk cara manusia berinteraksi, menyimpan memori, dan membangun rasa memiliki terhadap lingkungannya.

Namun, di balik perannya yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, arsitektur masih kerap dipahami sebagai disiplin yang terbatas pada ruang studio dan ranah akademik. Padahal, arsitektur memiliki potensi besar untuk menjadi ruang dialog yang terbuka bagi publik.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Archworks X hadir sebagai upaya untuk menghadirkan arsitektur secara lebih inklusif, tidak hanya untuk dipelajari, tetapi juga untuk dipahami, didiskusikan, dan dirasakan bersama.

Acara yang diketuai oleh mahasiswa arsitektur angkatan 2023, Agnes Claudia, dan didukung oleh segenap mahasiswa dan dosen Universitas Pembangunan Jaya ini mengusung tema “Designing Presence: Space, Memory, and Belonging”, kegiatan ini mengajak publik untuk melihat ruang sebagai bagian dari pengalaman hidup yang lebih luas, sekaligus merefleksikan hubungan antara manusia dan lingkungannya.

Archworks X berlangsung pada 6 April hingga 1 Mei 2026 dengan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan seperti simposium, workshop, kompetisi desain, pameran karya, hingga festival interaktif. Seluruh rangkaian ini dirancang sebagai ruang terbuka untuk bertukar gagasan dan perspektif.

Tidak hanya melibatkan mahasiswa dan akademisi, kegiatan ini juga menghadirkan arsitek profesional, siswa SMA dan SMK se-Jabodetabek, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum. Kolaborasi juga dilakukan dengan berbagai perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek untuk memperkaya sudut pandang dan pendekatan desain yang dihadirkan.

Pembina himpunan yang menyelenggarakan Archworks X, Ar. Lutfi Aulia Makarim, S.Ars., M.R.K., IAI., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani jarak antara arsitektur dan publik.

“Archworks X merupakan upaya untuk menghadirkan arsitektur yang berasal dari studio, dibawa ke ruang publik yang lebih terbuka, sehingga dapat dipahami dan didiskusikan bersama,” ujarnya.

Selain itu, Archworks X ini tidak hanya fokus pada kegiatan arsitektur, namun juga melibatkan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan diskusi yang lebih kontekstual.

“Kami melibatkan mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Arsitektur Askara, praktisi, komunitas, hingga UMKM agar pertukaran gagasan yang terjadi lebih relevan dengan kehidupan sehari- hari,” tambahnya.

Seiring dengan dinamika kawasan perkotaan seperti Tangerang Selatan dan Jabodetabek, isu ruang publik, identitas kawasan, serta keberlanjutan lingkungan dan sosial menjadi semakin penting untuk dibahas secara terbuka. Archworks X menjadi salah satu ruang yang mempertemukan berbagai perspektif tersebut.

Kegiatan ini diselenggarakan di berbagai titik strategis kampus, seperti Aula Lantai 3 Gedung B, Lobby Gedung A, Concourse Lobby B, Lorong PPAR Lantai 6 Gedung A, Plaza Bodhi, dan Plaza Riverside, sehingga menghadirkan pengalaman ruang yang beragam bagi pengunjung.

Sebagai penyelenggara, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) melalui Program Studi Arsitektur, Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek berkolaborasi dengan Prodi dari Fakultas Teknologi dan Design, menghadirkan Archworks X sebagai bagian dari komitmen dalam mendorong inovasi di bidang arsitektur dan pendidikan.

Melalui pendekatan ini, UPJ menghadirkan gagasan dan karya yang sebelumnya berkembang di ruang akademik ke ruang publik yang lebih terbuka, interaktif, dan mudah diakses.

Archworks X juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan 15 tahun UPJ, yang menegaskan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, Archworks X menjadi wujud bagaimana arsitektur dapat hadir lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai ruang yang dibangun, tetapi juga sebagai ruang yang dipahami, didialogkan, dan dikembangkan bersama. (RO/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya