Pemerintah Siapkan Skema Murur untuk 50 Persen Jemaah

 Gana Buana
08/4/2026 15:11
Pemerintah Siapkan Skema Murur untuk 50 Persen Jemaah
Ribuan jemaah haji dari berbagai negara berjalan pulang setelah melempar Jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi.(Antara)

PEMERINTAH memutuskan sekitar 50% jemaah calon haji reguler Indonesia akan mengikuti Skema Murur pada penyelenggaraan ibadah haji 2026. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah utama untuk menekan kepadatan ekstrem saat fase puncak haji, terutama di kawasan Muzdalifah yang selama ini menjadi titik paling rawan dalam arus pergerakan jemaah.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan total jemaah yang masuk skema tersebut mencapai 100.930 orang, atau setara dengan separuh kuota jamaah haji reguler Indonesia.

jemaah Murur akan diambil dari setiap kloter dengan jumlah jemaah Murur sebanyak 100.930 orang atau sekitar 50% dari total kuota jemaah haji reguler,” kata Irfan saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Skema Murur merupakan pola pergerakan jemaah dari Arafah menuju Mina dengan melintasi Muzdalifah menggunakan bus tanpa turun dari kendaraan. Skema ini diterapkan sebagai bentuk keringanan ibadah atau rukhsah, sekaligus strategi perlindungan jemaah di tengah tingginya kepadatan.

Menurut Irfan, kepadatan di Muzdalifah tidak lagi bisa ditangani dengan pola layanan biasa. Karena itu, pendekatan baru dibutuhkan agar mobilitas jemaah tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan aspek keselamatan.

Selain Murur, pemerintah juga menjalankan Program Tanazul di Mina. Melalui program ini, jemaah tidak diwajibkan bermalam di tenda Mina dan dapat kembali ke hotel di Makkah. Skema tersebut direncanakan diikuti 76.412 jemaah dari 196 kloter, terutama mereka yang menempati wilayah Syisyah, Raudhah, dan Aziziyah.

Irfan menegaskan, dua kebijakan itu menandai perubahan pendekatan layanan haji pemerintah. Penyelenggaraan ibadah tidak lagi hanya menitikberatkan pada kelancaran ritual, tetapi juga pada manajemen risiko, pengaturan mobilitas, dan perlindungan jamaah secara menyeluruh.

“Kebijakan ini merupakan perwujudan dari prinsip menjaga keselamatan jiwa serta implementasi nyata dari konsep kemudahan atau rukhsah dalam menghadapi tantangan kepadatan yang ekstrem,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Skema Murur akan didukung armada bus khusus dari masing-masing markaz dengan pengawalan petugas. Keberangkatan jemaah dilakukan bertahap mulai pukul 19.00 waktu Arab Saudi untuk zona 3 dan 4, lalu dilanjutkan zona 5 menjelang tengah malam.

Di sisi lain, Satgas Muzdalifah dan Mina disiapkan untuk mengawal proses perpindahan jemaah agar tetap terkendali hingga tiba di tenda masing-masing, sekaligus mencegah penumpukan di titik-titik krusial selama fase puncak haji. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya