Indo Intertex & Inatex 2026: Momentum Kebangkitan Industri Tekstil Nasional

Basuki Eka Purnama
08/4/2026 11:41
Indo Intertex & Inatex 2026: Momentum Kebangkitan Industri Tekstil Nasional
Konferensi pers Indo Intertex & Inatex 2026:(MI/HO)

INDUSTRI tekstil dan garmen Indonesia bersiap menyambut ajang pameran terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara, Indo Intertex & Inatex 2026. Memasuki edisi ke-22, pameran strategis ini dijadwalkan berlangsung pada 15–18 April 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Sebagai satu-satunya platform yang menghadirkan seluruh rantai nilai industri secara komprehensif—mulai dari permesinan, produk tekstil, teknologi printing, hingga bahan kimia tekstil—ajang ini menjadi motor penggerak transformasi sektor tekstil nasional dan regional. Dengan luas area pameran mencapai lebih dari 35.000 meter persegi, acara ini diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi masif bagi para pemain global.

Statistik Utama Indo Intertex & Inatex 2026

Kategori Detail Estimasi
Jumlah Peserta > 800 Peserta
Merek Global 1.500 Merek
Target Pengunjung > 35.000 Pengunjung Profesional
Asal Negara 29 Negara
Luas Area > 35.000 m²

Optimisme di Tengah Kesepakatan Perdagangan Global

Penyelenggaraan tahun ini terasa kian krusial menyusul penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Melalui skema tariff-rate quota (TRQ), produk tekstil dan garmen Indonesia kini menikmati fasilitas tarif impor nol persen ke pasar AS.

Kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak nilai ekspor nasional yang saat ini berada di angka USD 4 miliar (Mata Uang Rupiah setara sekitar Rp64 triliun) menuju target pertumbuhan sepuluh kali lipat dalam satu dekade ke depan. Sektor ini juga menjadi tulang punggung ekonomi dengan menopang sekitar 4 juta tenaga kerja langsung dan berdampak pada 20 juta masyarakat Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, menegaskan bahwa momentum ini adalah titik balik. "Penerapan tarif nol persen memberikan optimisme baru. Akses pasar global semakin terbuka, memperkuat daya saing Indonesia di saat yang tepat untuk mendorong investasi dan menggerakkan kembali ekosistem industri TPT," ujarnya.

Inovasi dan Keberlanjutan

Direktur PT Peraga Expo, Paul Kingsen, menjelaskan bahwa pameran ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil industri. "Kami menghadirkan pemasok relevan dan teknologi terpercaya untuk membantu pelaku industri mengambil keputusan cepat. Fokus pasar saat ini adalah efisiensi, inovasi, dan manufaktur berkelanjutan," kata Paul.

Selain transaksi bisnis melalui program business matching, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai program edukatif dan kreatif, di antaranya:

  • Seminar & Workshop: Diskusi mendalam bersama para ahli mengenai tren sirkularitas tekstil dan tantangan pasar global.
  • Trunk Show: Kolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) yang menampilkan karya kreatif desainer lokal sebagai representasi dinamika fesyen nasional.

Dengan integrasi antara teknologi mesin terbaru, bahan baku berkualitas, dan wawasan pasar, Indo Intertex & Inatex 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga katalisator bagi industri tekstil Indonesia untuk bersaing di level tertinggi pasar internasional. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya