Indo Intertex 2026 Jadi Momentum Penguatan Industri Tekstil Nasional

Insi Nantika Jelita
15/4/2026 23:12
Indo Intertex 2026 Jadi Momentum Penguatan Industri Tekstil Nasional
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membuka Indo Intertex-Inatex 2026. Tidak hanya sebagai ajang pameran, Indo Intertex-Inatex 2026 juga sebagai momentum untuk mengakselerasi penguatan industri TPT.(Dok. Indo Intertex-Inatex 2026)

PAMERAN Indo Intertex & Inatex 2026 resmi dibuka dan kembali menegaskan posisinya sebagai ajang tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara. Acara ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, dan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum API menyebut tahun ini diawali dengan kondisi global yang masih dinamis, ditandai oleh ketegangan geopolitik, disrupsi perdagangan, serta pergeseran rantai pasok. Ia menekankan bahwa di tengah tantangan tersebut, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dituntut untuk semakin efisien, adaptif, dan visioner. 

Namun demikian, industri ini terbukti memiliki daya tahan yang kuat dan tetap menjadi sektor strategis yang menyerap jutaan tenaga kerja, menopang industrialisasi nasional, serta menghubungkan rantai nilai dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, Menperin menegaskan kinerja industri TPT nasional masih tetap terjaga. Sepanjang  2025, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 3,55% tahun (yoy), dengan nilai ekspor mencapai US$12,08 miliar dan surplus sebesar US$3,45 miliar. 

Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan Indo Intertex-Inatex 2026 dinilai semakin relevan dan strategis, tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai momentum untuk mengakselerasi penguatan industri TPT nasional. 

Lebih lanjut, pameran ini dianggap berperan sebagai platform business matching yang mempertemukan pelaku usaha nasional dan internasional, sehingga membuka peluang kemitraan dan investasi yang lebih luas.

Indo Intertex & Inatex 2026 menghadirkan berbagai inovasi terkini di sepanjang rantai nilai industri tekstil, mulai dari mesin berkelanjutan, produk ramah lingkungan, hingga teknologi daur ulang, efisiensi energi, dan solusi berbasis AI yang mendorong transformasi digital industri. 

Selain pameran, berbagai program unggulan turut diselenggarakan, seperti seminar terkait perkembangan industri tekstil, workshop bisnis, serta rangkaian aktivitas interaktif yang dihadirkan oleh para exhibitor dan mitra.

Tahun ini, pameran diikuti oleh 428 perusahaan industri TPT, dengan partisipasi industri dalam negeri mencapai 65%. Sementara itu, keikutsertaan industri permesinan TPT dalam negeri tercatat sebesar 60%, yang menunjukkan kuatnya kontribusi dan kesiapan pelaku industri nasional dalam mendorong pertumbuhan sektor ini.

Melalui penyelenggaraan Indo Intertex–Inatex 2026, diharapkan tercipta kolaborasi yang semakin erat antar pelaku industri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri tekstil global. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya