Manfaat Kikil Sapi bagi Kesehatan dan Batas Konsumsi yang Aman

Basuki Eka Purnama
07/4/2026 07:18
Manfaat Kikil Sapi bagi Kesehatan dan Batas Konsumsi yang Aman
Ilustrasi(Freepik)

KIKIL atau tunjang telah lama menjadi primadona dalam kuliner Nusantara, mulai dari campuran gulai hingga soto. Di balik teksturnya yang kenyal dan rasanya yang gurih, kikil dikenal sebagai sumber kolagen yang melimpah. Namun, sejauh mana manfaat kesehatan dan risiko di balik konsumsi bagian kaki sapi ini?

Pakar gizi hasil ternak dan teknologi pangan dari Fakultas Peternakan IPB University, Dr. Astari Apriantini, menjelaskan bahwa kikil merupakan jaringan ikat berupa tulang rawan yang membungkus tulang maupun jari-jari kaki sapi. Menurutnya, kikil memiliki profil nutrisi yang cukup unik, terutama pada kandungan proteinnya.

"Kikil memiliki rasa yang gurih dan mengandung gizi yang cukup tinggi, terutama protein. Protein pada kikil sebagian besar berbentuk kolagen," ujar Astari.

Kandungan Nutrisi dan Keunggulan Kolagen

Sekitar 30% kandungan kolagen dapat ditemukan pada kikil hewan mamalia seperti sapi, kambing, dan kerbau. Menariknya, dalam 100 gram kikil, komposisi proteinnya bisa mencapai 96% dengan kadar lemak yang hanya sekitar empat persen serta tanpa kandungan karbohidrat.

Dari sisi kalori, kikil justru lebih rendah dibandingkan daging sapi pada umumnya. Hal ini dikarenakan komposisi kikil lebih banyak terdiri atas air dan kolagen. Berikut adalah perbandingan data nutrisi antara kikil dan daging sapi berdasarkan penjelasan Dr. Astari:

Komponen Nutrisi (per 100 gram) Kikil Sapi Daging Sapi
Energi (Kalori) ± 146 kkal 174 – 273 kkal
Protein Hingga 96% (dominan kolagen) Bervariasi
Lemak ± 4% Lebih tinggi dari kikil
Kolesterol ± 79 mg 65 – 90 mg

Selain protein, kikil juga diperkaya dengan mineral penting seperti selenium untuk kekebalan tubuh, zat besi untuk mencegah anemia, kalium untuk fungsi saraf dan jantung, serta kalsium untuk kepadatan tulang dan gigi.

Proses Penyerapan Kolagen dalam Tubuh

Meskipun kaya akan kolagen yang bermanfaat untuk elastisitas kulit, kesehatan sendi, serta kekuatan rambut dan kuku, Astari mengingatkan bahwa tubuh tidak bisa menyerap kolagen dalam bentuk utuh.

"Kolagen harus dipecah terlebih dahulu menjadi peptida agar dapat diserap melalui usus. Peptida inilah yang kemudian digunakan tubuh sebagai bahan penyusun protein untuk pembentukan jaringan tubuh," jelasnya.

Waspadai Purin dan Kolesterol

Di balik manfaatnya, konsumsi kikil tetap harus dibatasi. Kikil mengandung purin yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Selain itu, kandungan kolesterolnya yang mencapai 79 mg per 100 gram memerlukan perhatian khusus, terutama bagi kelompok rentan.

Astari menyarankan agar konsumsi kikil dibatasi bagi orang dewasa, penderita asam urat, atau individu dengan riwayat penyakit metabolik. Porsi yang disarankan adalah sekitar 75 gram dalam sekali makan.

Tips Sehat Mengolah Kikil:
  • Pilih metode pengolahan rendah lemak seperti direbus menjadi sop atau soto.
  • Hindari penggunaan santan berlebih atau minyak goreng yang banyak.
  • Gunakan kikil sebagai campuran bahan makanan sehat seperti bakso tanpa lemak tambahan.

"Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil dan diolah dengan cara yang lebih sehat, kikil masih aman untuk dinikmati sesekali," pungkas Astari.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya