Waspada Fenomena Wajah Kempot, Ini Pentingnya Presisi Lifting

Basuki Eka Purnama
17/4/2026 19:58
Waspada Fenomena Wajah Kempot, Ini Pentingnya Presisi Lifting
Dokter Aldisa melakukan prosedur lifting menggunakan teknologi Sofwave pada pasien di Altruva Aesthetic Clinic, Jakarta.(MI/HO)

TREN prosedur pengencangan wajah atau lifting berbasis energi kini tengah digandrungi. Namun, di balik popularitasnya, muncul kekhawatiran baru di kalangan pasien, yaitu fenomena wajah kempot. Kondisi ini ditandai dengan tampilan wajah yang terlihat lebih cekung atau hollow pascaprosedur, yang justru mengurangi estetika wajah secara keseluruhan.

Medical Director sekaligus Founder Altruva Aesthetic Clinic, dr. Aldisa, mengungkapkan bahwa fenomena ini umumnya terjadi akibat prosedur pengencangan kulit yang tidak tepat sasaran. Menurutnya, energi ultrasound yang tidak dihantarkan secara presisi sesuai kebutuhan struktur wajah menjadi pemicu utama.

“Di usia 40 tahun ke atas, produksi kolagen memang mulai menurun secara alami. Namun, bila distribusi energi ultrasound terlalu dalam atau tidak sesuai dengan struktur wajah, apalagi jika jarak antar-titik energi terlalu berdekatan, efek lifting yang diharapkan justru bisa disertai pengurangan volume lemak yang membuat wajah tampak kempot,” ujar Aldisa dalam diskusi media di Altruva Aesthetic Clinic, Jumat (17/4/2026).

Solusi Presisi dengan Teknologi Sofwave

Menyikapi risiko tersebut, Aldisa menekankan pentingnya pemilihan teknologi yang mampu bekerja secara spesifik. Selama lebih dari dua tahun terakhir, ia mengandalkan Sofwave sebagai teknologi utama di kliniknya. Berbeda dengan teknologi High Frequency Ultrasound (HIFU) konvensional yang sering kali menyasar lapisan jaringan yang terlalu dalam, Sofwave dirancang untuk bekerja pada lapisan dermis tengah.

Pendekatan ini krusial karena stimulasi kolagen terjadi tepat di area yang dibutuhkan tanpa mengganggu bantalan lemak wajah. Hasilnya, proporsi wajah tetap harmonis dengan efek pengencangan yang terlihat bertahap dan natural.

Perbandingan Karakteristik Teknologi Lifting

Aspek Teknologi Konvensional (HIFU) Teknologi Sofwave
Target Kedalaman Lapisan jaringan dalam (SMAS) Dermis tengah (Presisi)
Risiko Volume Berpotensi mengurangi lemak (wajah kempot) Menjaga volume lemak wajah
Fokus Utama Pengencangan jaringan dalam Stimulasi kolagen & elastin

Metode A.R.T Lift dan Regenerative Aesthetics

Sebagai National Trainer Sofwave di Indonesia yang menangani lebih dari 5.000 pulses setiap bulannya, Aldisa mengembangkan teknik khusus bernama A.R.T Lift by Sofwave. Strategi ini mempertimbangkan anatomi wajah secara menyeluruh agar kulit dapat beradaptasi dan beregenerasi secara optimal.

Untuk hasil yang lebih signifikan, Aldisa kerap mengombinasikan prosedur ini dengan collagen stimulator GOURI dari Dexlevo. Kombinasi ini dikenal sebagai protokol Gorgeous Lyft, yang bertujuan membangun fondasi kulit sekaligus meningkatkan kualitas tekstur kulit secara jangka panjang.

“Langkah pertama adalah membangun pondasi dengan A.R.T Lift. Jika dibutuhkan, kita tambahkan GOURI untuk mengoptimalkan kualitas kulit. Ini sejalan dengan tren global regenerative aesthetics, di mana fokus kita bukan lagi sekadar hasil instan, melainkan kesehatan kulit jangka panjang,” tambahnya.

Pengakuan Internasional

Keunggulan teknologi ini juga diakui di kancah internasional. Sofwave baru saja menyabet penghargaan Best Aesthetic Device – Energy-Based Innovation pada ajang AMWC 2026 di Monako. Prestasi ini mempertegas posisi Sofwave sebagai inovasi yang mampu memberikan hasil subtle namun berdampak besar dengan downtime minimal.

Stephanie Ng-Joergensen, Asia Pacific Marketing Director Sofwave, memberikan apresiasi tinggi atas peran dr. Aldisa dalam mengedukasi pasar Indonesia.

"Kontribusi dr. Aldisa dalam membagikan studi klinis dan perspektifnya sangat berharga bagi komunitas estetika di Asia Pasifik dan global. Beliau membantu meningkatkan standar praktik klinis di kawasan ini," pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya