Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Industri kehutanan nasional dinilai tengah memasuki fase transisi yang menuntut pembaruan model bisnis dan penguatan kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan. Isu tersebut menjadi fokus pertemuan antara Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Soewarso dan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) Rudi Hartono di Kampus Kwala Bekala, Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (22/12).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi antara kalangan akademisi dan praktisi tersebut menekankan pentingnya transformasi sektor kehutanan agar lebih adaptif, berkelanjutan, dan berdaya saing. APHI berharap sinergi dengan perguruan tinggi dapat memperkuat landasan kebijakan dan praktik pengelolaan hutan di Indonesia.
Soewarso menilai industri kehutanan tidak lagi dapat bergantung pada model usaha berbasis kayu semata. Menurutnya, meski hutan tanaman industri (HTI) masih menyimpan potensi besar, sektor ini juga menghadapi tantangan struktural, mulai dari konflik sosial hingga persoalan tata kelola.
“Industri kehutanan saat ini berada pada masa transisi. Model bisnis lama semakin terbatas, sehingga dibutuhkan pendekatan baru yang lebih beragam dan berkelanjutan,” ujar Soewarso.
Ia menjelaskan, ke depan pengembangan sektor kehutanan perlu diarahkan pada diversifikasi usaha, antara lain jasa karbon, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, serta pengembangan komoditas seperti kopi, kakao, dan vanila dengan pendekatan lanskap berskala besar yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, Soewarso menyoroti pentingnya penguatan manajemen kebencanaan dan penataan ulang pengelolaan hutan alam, termasuk percepatan penanaman kayu pertukangan sebagai solusi jangka panjang. APHI, kata dia, membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan akademisi untuk memperoleh masukan berbasis riset, khususnya dalam penyelesaian konflik HTI dan peningkatan daya saing industri kehutanan nasional melalui dialog berkelanjutan dengan kementerian terkait.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan USU Rudi Hartono menegaskan kesiapan kalangan akademisi untuk terlibat aktif dalam perumusan kebijakan kehutanan yang tepat sasaran dan berlandaskan prinsip pengelolaan hutan lestari.
Menurut Rudi, isu konservasi, perubahan iklim, dan pengelolaan karbon menjadi agenda strategis yang perlu terus dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Transformasi pengelolaan hutan menuju multiusaha kehutanan, lanjutnya, merupakan keniscayaan yang harus dihadapi bersama.
“Kami terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan para praktisi. Sinergi akademisi dan pelaku usaha penting untuk memastikan industri kehutanan Indonesia berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian roadshow APHI untuk menjaring perspektif akademisi dalam merumuskan arah pembangunan sektor kehutanan nasional agar lebih inklusif, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan masa depan. (E-3)
Dewan Kehutanan Nasional (DKN) menggelar webinar nasional bertajuk penguatan kolaborasi multipihak dalam ekonomi hijau untuk mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030,
Indonesia terus memperkuat daya saing produk hasil hutan di pasar internasional melalui harmonisasi kebijakan dan penerapan sertifikasi berstandar global.
INDUSTRI kehutanan Indonesia kini menghadapi ancaman serius. Sektor yang dahulu menjadi penopang ekonomi, sekarang dinilai masuk kategori sunset industry.
Ia menjelaskan, upaya memperkuat kepercayaan publik dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan internal, penguatan kontrol terhadap hakim konstitusi.
Di tingkat nasional, Unika Atma Jaya menempati peringkat #4 PTS terbaik se-Indonesia dan peringkat #22 dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Kolaborasi antara lembaga peradilan dan perguruan tinggi dinilai semakin penting dalam memperkuat pemahaman konstitusi di Indonesia.
Bagi mahasiswa internasional, memilih kampus tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam penyelenggaraan Program Sarjana-Magister Terintegrasi (PSMT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved