Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Nasional JPPI Ubaid Matraji menilai selama ini, kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Kritik tersebut dilayangkan JPPI setelah masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Akibatnya, terjadi pembiaran terhadap siswa yang belum menuntaskan kompetensi literasi dasar, sehingga masalah ini terus terakumulasi dan terbawa hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi tanpa ada intervensi yang berarti.
"Hal itu diperparah oleh buruknya sistem evaluasi yang dilakukan oleh dinas pendidikan setempat. Evaluasi yang berjalan selama ini cenderung bersifat administratif dan hanya menyentuh permukaan, bukan evaluasi substantif yang memantau capaian belajar siswa secara nyata di lapangan," kata Ubaid saat dihubungi, Jumat (19/12).
Ia menyebut dinas pendidikan terkesan abai dalam memetakan sekolah-sekolah yang memiliki rapor literasi merah, sehingga fungsi supervisi dan pendampingan terhadap guru serta satuan pendidikan tidak berjalan efektif untuk memitigasi ketertinggalan siswa.
JPPI juga menilai bahwa bahasa daerah seharusnya menjadi jembatan pedagogis, bukan penghambat, jika guru dibekali dengan kapasitas yang memadai.
"Masalah utamanya tetap pada kegagalan sistem pengawasan dalam memastikan standar pelayanan minimal pendidikan terpenuhi. Oleh karena itu, diperlukan audit literasi menyeluruh di daerah yang masih ada siswa belum bisa membaca agar hak dasar anak untuk bisa membaca dan menulis tidak dikorbankan demi mengejar angka statistik semata," pungkasnya.
Sebelumnya, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebut masih ditemukan siswa SD, SMP, hingga SMA yang ternyata belum lancar membaca dan menulis. Temuan tersebut berdasarkan laporan langsung dari guru di Lombok Barat dan Sumbawa.
Hingga kini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) belum memberikan jawaban resmi terkait temuan tersebut. Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Anang Ristanto mengatakan akan menggelar konferensi pers terkait permasalahan tes kemampuan akademik (TKA) anak-anak Indonesia.
"Nanti hari Senin rencananya ada konpres (konferensi pers) tes kemampuan akademik, ditunggu saja ya," pungkasnya. (Iam/M-3)
Mendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan TKA agar tetap kredibel, transparan, dan berintegritas di seluruh wilayah Indonesia.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengatasi kendala tersebut agar tidak terjadi di tahun berikutnya.
Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD dan SMP diumumkan 24 Mei 2026. Akses melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk cek nilai dan sertifikat.
Pada September 2025, Kemendikdasmen memberikan bantuan melalui Program Revitalisasi SMK kepada SMK Mulan.
Saryadi menjabarkan bahwa angka partisipasi sekolah di jenjang pendidikan menengah saat ini mencapai 73,42%.
Kemendikdasmen menggandeng Poros Pelajar dalam diskusi publik Hari Kartini untuk membahas peran perempuan dalam pendidikan, karakter, dan tantangan dunia kerja.
Festival Literasi Anak Rimba Kata 2026 mendorong kolaborasi penulis dan penerbit untuk ubah pola pikir membaca jadi aktivitas rekreatif keluarga.
Mengapa ulama terdahulu mengulang satu kitab hingga 1.000 kali? Simak rahasia tradisi itqan dan kaitan pengulangan dengan sains modern (neuroscience).
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Kemampuan motorik berhubungan erat dengan pencapaian akademik, khususnya dalam berhitung dan membaca.
Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini Anak-Anak Bantaran Sungai Ciliwung Bersama Pegiat Biruni
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved