Bantuan Program Revitalisasi Kemendikdasmen untuk SMK Mulan Nanggung Diapresiasi

Syarief Oebaidillah
28/4/2026 13:18
Bantuan Program Revitalisasi Kemendikdasmen untuk SMK Mulan Nanggung Diapresiasi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya meningkatkan peran serta sektor swasta dalam memajukan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu wujudnya adalah dukungan terhadap pengembangan SMK Muhammadiyah 9 Nanggung (SMK Mulan), Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Melalui Dikdasmen PNF Muhammadiyah Jawa Barat, khususnya wilayah Bogor, telah bertambah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dengan terbitnya izin pendirian SMK Muhammadiyah 9 Nanggung pada tahun lalu. Sekolah ini berdiri di atas lahan wakaf seluas 5.000 meter persegi dari dr. Fatah Widodo di Kecamatan Nanggung.

Pada September 2025, Kemendikdasmen memberikan bantuan melalui Program Revitalisasi SMK kepada SMK Mulan. Bantuan tersebut diwujudkan dalam pembangunan Ruang Praktik Sekolah (RPS) berukuran 10 x 30 meter, lengkap dengan fasilitas peralatan memasak dan ruang tata saji untuk menunjang pembelajaran Tata Boga. Dalam keterangannya, Ketua Dewan Penyantun SMK Mulan, dr. Fatah Widodo, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan tersebut. “Saya menyampaikan rasa syukur, terima kasih, dan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan revitalisasi sarana praktik Tata Boga di SMK Muhammadiyah 9 Nanggung oleh pemerintah melalui Kemendikdasmen,” ujarnya saat meninjau gedung RPS, Sabtu (25/4).

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Nanggung, Muslih, serta Wakil Kepala Sekolah SMK Mulan, Zainudin. Menurut Fatah, bantuan ini sangat berarti, tidak hanya dalam meningkatkan fasilitas pendidikan, tetapi juga dalam mempersiapkan siswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa untuk mengasah keterampilan, kreativitas, dan kemandirian, khususnya di bidang tata boga. “Semoga sarana ini dapat dijaga dan dirawat dengan baik sehingga manfaatnya berkelanjutan. Harapan kami, SMK Muhammadiyah 9 Nanggung semakin maju dan mampu melahirkan lulusan yang unggul, berakhlak, serta siap bersaing di dunia kerja maupun membuka usaha sendiri,” tambahnya.

Fatah Widodo yang kini berdomisili di Gombong, Jawa Tengah, sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur RSU PKU Muhammadiyah Gombong serta mendirikan Akademi Keperawatan Muhammadiyah Gombong yang kini berkembang menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong. Sementara itu, Muslih selaku Bendahara SMK Mulan menjelaskan bahwa bantuan revitalisasi ini diperoleh tidak lama setelah sekolah mendapatkan izin operasional. “Alhamdulillah, setelah satu tahun memperoleh izin operasional dari Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, kami mendapatkan program revitalisasi dari Kemendikdasmen yang juga didukung oleh PP Muhammadiyah. Saat ini fasilitas RPS sudah digunakan untuk praktik siswa,” jelasnya.

Saat ini, SMK Mulan baru memiliki satu program keahlian, yaitu Tata Boga. Namun, pihak sekolah berencana membuka program Desain Komunikasi Visual (DKV) yang masih dalam tahap pembahasan. Muslih menambahkan bahwa minat masyarakat terhadap SMK Mulan cukup baik. Apalagi, dengan berkembangnya kawasan wisata Kebun Teh Nirmala di sekitar Nanggung, peluang kerja bagi lulusan semakin terbuka. “Ke depan diharapkan akan banyak berkembang penginapan, vila, kafe, dan restoran. Ini menjadi peluang bagi lulusan Tata Boga kami untuk terserap di dunia kerja,” ungkapnya. Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah lulusan SMK Mulan telah terserap sebagai tenaga SPPG di Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Lulusan Tata Boga kami yang memiliki keterampilan memasak juga terserap dalam program tersebut,” tambahnya.

Branding Sekolah

Wakil Kepala SMK Mulan, Zainudin, menilai keberadaan RPS hasil program revitalisasi Kemendikdasmen ini menjadi nilai tambah sekaligus daya tarik bagi sekolah. “RPS ini akan menjadi salah satu branding SMK Mulan. Di Kecamatan Nanggung, hanya SMK Mulan yang memiliki fasilitas praktik sebesar ini. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan minat siswa untuk melanjutkan pendidikan di sini,” ujarnya.

Sebelumnya, penyerahan sertifikat izin pendirian SMK Mulan dilakukan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bogor kepada dr. Fatah Widodo dan Kepala Sekolah SMK Mulan, Rudi Haryono. Acara tersebut turut disaksikan berbagai pihak, termasuk perwakilan Dikdasmen, legislatif, serta unsur masyarakat dan organisasi daerah.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya