Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Situasi ini menegaskan pentingnya penelusuran akar permasalahan agar pemerintah dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat dan mencegah bencana serupa terjadi kembali.
Pengamat sekaligus Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menjelaskan bahwa siklon tropis Senyar yang membawa curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu utama. Namun, menurutnya, faktor manusia dan aktivitas industri juga perlu dikaji lebih serius.
“Faktor inilah yang harus ditelusuri agar ketemu akar penyebabnya,” ujarnya, Sabtu (6/12).
Uchok, yang berasal dari Batang Toru, Tapanuli Selatan, menyebut ada tiga klaster industri yang kerap dikaitkan dengan penyebab banjir Sumatra, yaitu perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan industri kertas.
Menurut berbagai temuan, sektor kelapa sawit memegang konsesi lahan terbesar dengan luas 2,018 juta hektare. Ia menekankan bahwa angka tersebut hanya mencakup data resmi, sementara masih ada kebun sawit ilegal yang disinyalir melakukan pembukaan lahan secara tidak bertanggung jawab. Kasus yang mencuat salah satunya adalah dugaan penanaman sawit ilegal di kawasan hutan seluas 451 hektare sebagaimana diungkap Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.
Klaster kedua adalah sektor pertambangan, terutama tambang emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources. Perusahaan ini memegang konsesi 130.252 hektare, dengan sekitar 40 ribu hektare disebut tumpang tindih dengan ekosistem Batang Toru, serta 30 ribu hektare lainnya bersinggungan dengan hutan lindung di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Mengingat wilayah Tapanuli merupakan salah satu pusat bencana terparah, Uchok mendorong pemerintah melakukan audit menyeluruh untuk memastikan kepastian batas lahan dan memproses hukum bila ditemukan pelanggaran.
Selanjutnya, sektor industri kertas ikut menjadi perhatian. PT Toba Pulp Lestari (TPL), yang beroperasi di kawasan Toba, memiliki konsesi 167.912 hektare, dengan 46 ribu hektare ditanami eukaliptus dan 48 ribu hektare lainnya dialokasikan sebagai kawasan konservasi dan hutan lindung. Jika dibandingkan dengan skala konsesi sawit, luas pemanfaatan lahan industri kertas hanya 2,3% dari total konsesi industri sawit.
“Jadi pemerintah harus jeli melihat akar masalah yang sesungguhnya,” kata Uchok.
Ia menegaskan bahwa memahami perbandingan skala industri sawit, tambang, dan kertas sangat penting untuk mengidentifikasi akar permasalahan bencana secara objektif. Seperti halnya diagnosis medis, pemerintah harus menemukan sumber persoalan agar kebijakan penanganan yang dirumuskan tepat sasaran.
Uchok juga menyoroti perlunya ketegasan pemerintah dalam memberantas aktivitas ilegal seperti pembabatan hutan tanpa izin untuk keperluan industri. Menurutnya, praktik semacam itu memberikan dampak kerusakan yang lebih besar karena dilakukan tanpa mematuhi peraturan.
“Jangan sampai gara-gara ada pengusaha mengejar uang melimpah, masyarakat menjadi korban tertimpa musibah,” tandasnya. (Ant/E-3)
BENCANA banjir besar yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra Utara memicu kondisi darurat kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
KLH beri sanksi administratif 67 perusahaan di Sumatera yang berkontribusi terhadap banjir. Langkah ini harus diikuti dengan kepatuhan lingkungan.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
PENYINTAS banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih belum baik-baik saja.
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
BANJIR besar melanda sejumlah daerah di Padang pada November 2025 lalu. Beruntung saat itu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Padang turut aktif.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana Sumatra saat meninjau langsung lokasi Kabupaten Padang Pariaman.
Inisiatif ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Kemanusiaan dan Tanggap Bencana (LKTB), unit kemanusiaan dan penanggulangan bencana dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
UPAYA pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam terus digenjot dengan dukungan pemerintah pusat.
Kapolda Aceh menjelaskan bahwa proyek pembangunan hunian tetap tersebut mencakup total 150 unit rumah dengan beragam konstruksi, yakni 50 unit rumah berbahan kayu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved