Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Majelis Masyayikh, Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), mengatakan, upaya peningkatan mutu pesantren harus terus dilakukan. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan upaya menjaga karakteristik dan kekhasan pesantren.
Ia menekankan bahwa proses peningkatan mutu tidak boleh menggeser kekhasan pesantren. Seluruh standar dan rekomendasi tetap harus berakar pada tradisi yang telah dijamin dan itu dilindungi oleh undang-undang.
Hal itu dikatakan Guz Rozin dalam keterangannya terkait pelaksanaan Asesmen Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren Jenjang Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Tahap II tahun 2025. Asesmen tersebut digelar Majelis Masyayikh dalam upaya memperkuat budaya mutu internal pendidikan pesantren.
“Asesmen Tahap II Dikdasmen tetap kami dorong untuk melanjutan praktik baik yang ada di pesantren. Pesantren sudah punya banyak kekuatan, tinggal diperkuat dan disistematisasi. Asesor hadir sebagai teman diskusi dan konsultan mutu, bukan pemberi vonis,” ujar Gus Rozin.
Ia menegaskan bahwa asesmen tahap lanjutan ini tetap menempatkan pesantren sebagai mitra strategis. Pendekatan dialogis dalam asesmen terus dipertahankan agar pesantren merasa didampingi dalam proses peningkatan mutu. Selain didorong dengan pola kolaboratif, pesantren juga diarahkan untuk melanjutkan praktik baik yang telah berjalan di pesantren sekaligus mendorong lahirnya perbaikan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Asesmen tahap II itu berlangsung pada 27 Oktober hingga 25 November 2025 dan menjangkau 29 satuan pendidikan yaitu Muadalah Salafiyah, Muadalah Mu’allimin, dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di 11 provinsi meliputi Banten, Jambi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, D.I. Yogyakarta, Riau, Sulawesi Selatan, dan DKI Jakarta.
Anggota Divisi Dikdasmen Majelis Masyayikh, Nyai Badriyah Fayumi menjelaskan, asesmen Dikdasmen itu merupakan proses lanjutan dari asesmen sebelumnya. Asesmen Majelis Masyayikh difokuskan pada pendalaman, analisis perkembangan, dan identifikasi praktik baik yang perlu diperkuat.
“Asesmen Tahap II bukan hanya menilai perkembangan, tetapi memastikan praktik baik benar-benar menjadi budaya mutu pesantren. Rekomendasi harus realistis, kontekstual, dan dapat ditindaklanjuti oleh pesantren secara berkelanjutan,” jelas Badriyah.
Untuk memperkuat efektivitas pelaksanaan, Majelis Masyayikh juga menurunkan tim monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah titik pelaksanaan. Tim ini bertugas memastikan kelancaran teknis, pendampingan lapangan, serta menjaga kredibilitas proses asesmen sehingga hasil yang diperoleh akurat dan sesuai harapan.
Sejumlah pesantren yang terlibat dalam asesmen memberikan respons positif terhadap model asesmen yang dikembangkan Majelis Masyayikh. Salah satunya, Kepala SPM Ulya Madrasah Hidayatul Mubtadi’en Lirboyo Kediri, Subhan Arbani menyebut pendekatan dialogis dalam asesemen dinilai membuat satuan pendidikan lebih memahami dalam membaca praktik mutu yang sudah berjalan, mengidentifikasi area yang perlu diperkuat dan merumuskan langkah peningkatan mutu secara bertahap.
“Pendekatan asesor sangat membantu. Kami merasa ditemani, bukan diadili. Banyak praktik baik yang ternyata sudah ada, tinggal diperkuat untuk selanjutnya ditingkatkan,” kata Subhan Arbani. (Ant/H-3)
Ia menambahkan, Kemenag tengah melakukan pembenahan melalui kebijakan Satu Data Kemenag guna meningkatkan akurasi dan konsistensi data.
MENAG Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya pesantren untuk terus berkembang mengikuti dinamika zaman, tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama pendidikan.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya dalam memperkuat satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama melalui pengajuan tambahan anggaran
Kemenag memperkuat literasi digital bagi siswa dan santri sebagai bagian dari implementasi PP TUNAS untuk perlindungan anak di ruang digital.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah untuk memperkuat pengembangan koperasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan peran strategis pondok pesantren sebagai rumah peradaban dan sumber kader pemimpin bangsa.
Pemetaan awal diperlukan untuk menyusun rekomendasi peningkatan mutu pesnatren yang realistis dan sesuai kebutuhan.
PELATIHAN Asesmen Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Pesantren Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) digelar untuk membantu peningkatan mutu pesantren.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved