Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERBEDAAN sebagai kekayaan yang harus dihormati, bukan sebaliknya dijadikan alasan untuk memecah persatuan. Karena itu, sikap saling menghargai dan menghormati jadi landasan utama sivitas akademika. Hal itu ditegaskan Universitas Nasional (Unas) yang berkomitmen menjunjung tinggi nilai kebhinekaan dan menolak segala bentuk tindakan rasisme di lingkungan akademik.
"Setiap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan memiliki kewajiban menjaga sikap toleransi kehidupan kampus. Tidak ada ruang bagi ujaran kebencian, diskriminasi, atau tindakan yang merendahkan kelompok tertentu. Kami terus berupaya menciptakan suasana akademik yang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh warganya,” ungkap Juru bicara Unas Selamat Ginting di Jakarta, Sabtu (7/11).
Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Rektor Unas itu menjelaskan sebagai institusi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, pihaknya membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menempuh pendidikan tanpa memandang SARA (suku, agama, ras, antargolongan).
Prinsip kesetaraan jadi dasar penerimaan mahasiswa dan seluruh proses akademik. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, pihaknya bertekad melahirkan generasi yang berpikir terbuka dan menghargai keberagaman.
“Melalui dialog terbuka yang dimonitor rektorat, kami menghadirkan perwakilan Imapa (Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua) se-Jadetabek (Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi), keluarga mahasiswa, dan pihak Unas. Kami secara persuasif dan kekeluargaan menyelesaikan persoalan yang baru-baru ini terjadi. Pertemuan ini jadi bukti nyata, kami membuka ruang komunikasi solutif dan berorientasi pada nilai keadilan serta kemanusiaan,” ujar Selamat Ginting.
Dalam pertemuan kekeluargaan itu, perwakilan mahasiswa Papua di Unas, anggota Imapa Sesilius Maubak, Ketua Imapa Se-Jadetabek Semifon Arikson Kambue, mengapresiasi pihak kampus yang memfasilitasi penyelesaian permasalahan dengan baik.
“Mereka menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan menolak segala bentuk rasisme yang dapat memecah belah bangsa. Harapan mereka, Unas dapat menjadi contoh kampus lain dalam memberikan rasa aman, adil, dan nyaman bagi mahasiswa tanpa memandang latar belakang suku, ras, bahasa, dan agama,” ungkap Selamat Ginting.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh sivitas akademika dan pihak lain agar tidak menoleransi tindakan diskriminasi, kekerasan, dan ujaran kebencian di lingkungan kampus. Setiap pelanggaran ditindak sesuai prosedur dan menjamin hak korban untuk melanjutkan pendidikannya.
Peristiwa yang terjadi akibat kesalahpahaman dalam komunikasi di grup whatsapp tugas mata kuliah tanpa sadar mengeluarkan narasi yang berpotensi menimbulkan rasisme.
Hal itu telah diselesaikan dengan cara musyawarah dan kekeluargaan. Menghadirkan seluruh pimpinan tingkat fakultas, program studi, dosen pembimbing akademik, dosen pengampu mata kuliah bersangkutan serta mahasiswa yang berselisih paham di dalam komunikasi.
Sekjen Papua Connect Pace Cang Waicang mengapresiasi kampus yang menginisiasiasi perundingan itu. Ia juga mengimbau adik-adik mahasiswa Papua di Jakarta selalu menunjukkan semangat persaudaraan satu Indonesia. Pertemuan ini menjadi bukti berjalannya komunikasi yang edukatif dan persuasif dalam penyelesaian masalah.
“Harapan kami, Unas bisa jadi pionir dalam mendukung mahasiswa Papua dapat mencapai cita-cita, meraih gelar sarjana, dan berkontribusi bagi Indonesia," pungkas Cang Waicang.(H-2)
Ia menjelaskan, upaya memperkuat kepercayaan publik dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan internal, penguatan kontrol terhadap hakim konstitusi.
Di tingkat nasional, Unika Atma Jaya menempati peringkat #4 PTS terbaik se-Indonesia dan peringkat #22 dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Kolaborasi antara lembaga peradilan dan perguruan tinggi dinilai semakin penting dalam memperkuat pemahaman konstitusi di Indonesia.
Bagi mahasiswa internasional, memilih kampus tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam penyelenggaraan Program Sarjana-Magister Terintegrasi (PSMT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved