Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIASAAN jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental. Aktivitas ringan ini dapat membantu memperlancar pencernaan, menjaga kadar gula darah tetap stabil, hingga meningkatkan kualitas tidur.
Sebaliknya, rebahan setelah makan justru dapat memperlambat proses pencernaan dan membuat tubuh terasa lesu. Dengan berjalan kaki selama beberapa menit, makanan akan lebih cepat dicerna dan energi tubuh tetap optimal.
Berjalan kaki setelah makan membantu meningkatkan pembakaran kalori dan mencegah penumpukan lemak. Jika dilakukan rutin dua kali sehari selama 25 menit, kebiasaan ini dapat menurunkan berat badan dan mengurangi risiko obesitas.
Setelah makan, tubuh melepaskan hormon melatonin dan serotonin yang bisa menimbulkan rasa kantuk. Jalan kaki membantu meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen ke otak, serta merangsang produksi endorfin sehingga tubuh terasa segar dan berenergi.
Aktivitas ini membuat otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi, sehingga kadar gula darah tetap terkendali. Ini sangat penting bagi penderita diabetes atau orang yang berisiko mengalaminya.
Berjalan kaki sekitar 10 menit setelah makan dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung. Aliran darah menjadi lebih lancar dan risiko hipertensi berkurang.
Kadar kolesterol cenderung meningkat setelah makan, terutama makanan berlemak. Jalan kaki membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), mencegah pembentukan plak pada pembuluh darah.
Aktivitas ringan setelah makan, seperti jalan kaki, dapat meningkatkan produksi hormon melatonin yang berperan penting dalam mengatur pola tidur. Hasilnya, tidur menjadi lebih nyenyak dan berkualitas.
Jalan kaki dapat menurunkan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sekaligus meningkatkan hormon endorfin yang membuat suasana hati lebih tenang dan bahagia.
Hindari berjalan kaki langsung setelah makan besar. Tunggu sekitar 10-15 menit agar proses pencernaan dapat dimulai. Jika dilakukan terlalu cepat, bisa menyebabkan nyeri perut, mual, atau kembung.
Mulailah dengan berjalan selama 5 menit setiap kali selesai makan, lalu tingkatkan secara bertahap hingga 10-15 menit. Lakukan tiga kali sehari, setelah sarapan, makan siang, dan makan malam.
Jalan kaki setelah makan adalah kebiasaan sederhana yang memberikan manfaat besar bagi tubuh, mulai dari pencernaan, gula darah, tekanan darah, hingga kualitas tidur. Dengan meluangkan waktu beberapa menit setiap hari, tubuh akan terasa lebih sehat, bugar, dan rileks.(alodokter.com/Z-10)
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Waspadai tanda perdarahan mata pada penderita diabetes. Kenali gejalanya dan lakukan pencegahan sejak dini untuk mencegah kebutaan.
Kontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol untuk cegah stroke. Kenali gejala awal dan lakukan pencegahan sejak dini demi kesehatan otak dan tubuh.
Banyak orang mengeluhkan rasa cepat lapar setelah makan mi instan, padahal makanan ini sering dianggap praktis dan mengenyangkan.
Langkah pertama dalam merawat luka diabetes adalah menjaga kebersihan luka setiap hari. Luka harus dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun
Kimchi adalah makanan fermentasi khas Korea yang terbuat dari sayuran seperti sawi putih dan lobak, yang difermentasi dengan bumbu pedas.
Kenali fakta dan mitos makanan pencegah diabetes. Cari tahu makanan sehat yang benar-benar membantu menurunkan risiko diabetes sejak dini.
Salak sering jadi pilihan camilan sehat untuk membantu menjaga berat badan. Kandungan seratnya tinggi, membuat perut kenyang lebih lama
Untungnya, para ahli gizi menyatakan bahwa menikmati makanan liburan tetap bisa dilakukan tanpa perlu takut mengalami kenaikan berat badan, asalkan disiasati dengan bijak.
Sebuah studi terbaru menyoroti pentingnya perhatian terhadap kenaikan berat badan setelah usia 35 tahun bagi wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved